
DIRAWAT: Kusnadi, korban begal TKP Desa Pabean, masih menjalani perawatan di IGD RSUD dr Mohamad Saleh. Selain kehilangan motor dan duit hasil penagihannya, ia menderita luka bacok.
JawaPos.com - Aksi perampasan dengan kekerasan atau begal makin marak di Probolinggo. Setidaknya dalam dua hari terakhir, ada dua peristiwa aksi begal. Sasarannya sepeda motor yang dikendarai korban. Semua peristiwa begal itu terjadi pada Minggu (12/3).
Selain dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, dan jalan Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, ternyata aksi serupa terjadi di Jalan Dusun Kaliamas, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu. Aksi begal yang terjadi di Desa Kalirejo, korbannya adalah Muhammad Syaiful Rizal, 20, warga Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Alhasil. Korban harus merelakan motor Honda Vario Nopol N 6906 SD miliknya.
Beruntung, meski pelaku sempat mengayunkan celurit ke tangan korban, namun Rizal tidak mengalami luka. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kejadian begal itu terjadi sekitar pukul 20.15. Saat itu, korban Rizal mengendarai sepeda motor sendirian. Tiba-tiba, ada dua sepeda motor yang dikendarai empat pelaku langsung mepet korban Rizal.
Bahkan, salah satu pelaku sempat membacok lengan kanan korban, dan langsung terjatuh ke kiri. Rizal mengaku awalnya tak merasa curiga. Pasalnya, korban yang juga seorang guru MTs itu sudah biasa lewat di jalan tersebut. Namun, saat melintas di jalan dekat SD Negeri Kalirejo, tiba-tiba muncul sejumlah motor yang memepet dirinya.
Saat itu, pelaku menyalip dirinya secara mendadak dan berada sejajar dengan laju sepedanya. Tanpa basa-basi, pelaku yang dibonceng pemotor disampingnya itu, langsung mengayunkan celurit dan mengenai tangan kanannya. “Saya terjatuh, tapi langsung mencabut kunci sepeda motor saya. Kemudian, saya membuang kunci motor saya itu ke semak-semak di sekitar lokasi. Saya tidak tahu arah mana itu dah,” kata korban kepada Jawa Pos Radar Bromo, Senin(13/3).
Karena mengetahui pelaku membawa senjata tajam (sajam), Rizal yang menjadi guru MTs swasta di Leces itu langsung melarikan diri. Kebetulan, tidak jauh dari lokasi kejadian, ada gang pemukiman rumah warga. Namun, saat itu, kondisi di luar jalan sepi karena habis hujan. “Karena tidak ada warga di luar, jadi saya minta tolong temanteman via telepon. Tapi, setelah teman saya datang, saya lang sung mengetuk rumah warga dan minta bantuan,” terangnya.
Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan masuk ke Polsek Dringu, soal kejadian pencurian dengan kekerasan (curas). “Polsek tengah menyelidiki laporan pencurian dengan kekerasan itu,” terangnya. Dibegal saat Hendak Melakukan Penagihan Nasib nahas dialami oleh Kusnadi, 44, warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Minggu (13/3) lalu, ia menjadi korban perampasan kendaraan bermotor. Tidak hanya Honda beat yang dirampas, namun korban juga dibacok. TKP perampasan terjadi di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Diperkirakan waktu kejadian sebelum pukul 20.00. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, korban dibawa ke IGD RSUD dr Mohamad Saleh sekitar pukul 20.00. Korban dibawa dengan menggunakan salah satu mobil milik warga di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan penuturan Kadir, 45, saudara ipar korban, Kusnadi baru saja datang dari Leces setelah melakukan penagihan uang hasil penjualan bawang merah. Kusnadi akan menuju ke tambak yang ada di sebelah timur Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL). “Baru mau nyampe sekitar 10 meter, terjadi kejadian itu (pembegalan, Red),” ujarnya. Kusnadi yang kala itu menggunakan motor Honda Beat warna putih, dipepet 2 sepeda motor yang ditumpangi oleh 5 orang.
“Tiba-tiba langsung dibacok. Mungkin dibacoknya dari arah sebelah kanan, karena luka nya ada di bagian kanan tubuh,” ujar Kadir. Korban mengalami luka bacok dibagian perut sebelah kanan, dada atas bagian kanan, serta lengan kanan. “Mungkin dia sempat berusaha menangkis sam pai lengannya juga terluka,” ungkapnya. Kadir mengungkapkan, uang hasil penagihan itu, disimpan korban di dalam jok motor. Jumlahnya, mencapai Rp 60 juta.
Sesaat setelah dibacok, Kusnadi hanya bisa berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Kusnadi bahkan diselamatkan oleh orang yang akan ditagihnya. Ya, setelah menagih ke Leces, Kusnadi berniat menagih pembelinya di Desa Pabean. “Cukup dekat lokasi bacokan dengan rumah orang yang ditagih. Hanya 10 meteran,” ungkapnya. (mas/put/rf/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
