Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 April 2017 | 17.47 WIB

Astaga... Bawa Anak Sendiri Tapi Diteriaki Penculik, Begini Akibatnya

KEMARAHAN WARGA: Sepeda motor milik Zainuddin hangus dibakar massa dan diamankan di Polsek Kunduran Rabu (5/4) - Image

KEMARAHAN WARGA: Sepeda motor milik Zainuddin hangus dibakar massa dan diamankan di Polsek Kunduran Rabu (5/4)

JawaPos.com – Diteriaki sebagai penculik, seorang ayah dan temannya terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Pasalnya keduanya diamuk massa sekitar pukul 14.00 di jalan Desa Ngilen, Kunduran, Blora, Rabu (5/4). Mereka dihajar warga karena dituduh menculik anak. Padahal, anak sedang diboncengnya anaknya sendiri. Ayah tersebut bernama Zainuddin, 30, warga RT 3/RW 3 Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat. Sementara temannya, Agus Dendi Purwanto, 28, warga RT 2/RW 6 Desa Bakah, Kunduran, Blora.



 Kejadian itu bermula ketika yang bersangkutan masih tinggal di Indramayu, Jawa Barat. Saat itu, Zainuddin mempunyai istri bernama Tri Sugiarti yang beralamatkan di Desa Bacem, Banjarejo, Blora. Suatu ketika, sang istri diminta Zainuddin untuk menjadi TKW (tenaga kerja wanita). Namun istrinya menolak dan memilih pulang ke Blora tiga hari lalu, Minggu (2/4).



 Dua hari kemudian, Selasa (4/4) sang suami Zainuddin tiba di Blora menyusul istrinya dan menginap di rumah mertua. Kemarin (5/4), sekitar pukul 10.00 Zainuddin mengajak kedua anaknya, Zahra (2,5 tahun) dan Mayesa (11 bulan) jalan-jalan dengan menaiki sepeda motor.



 Selanjutnya, sang ayah janjian dengan temannya (Agus, orang Kunduran). Zainudin dan Agus sudah kenal saat di Indramayu. Selang satu jam berikutnya, Zainuddin bersama kedua anaknya tak kunjung pulang. Karena khawatir, kakaknya Tri Sugiarti, Heni Sulistyowati mencari ponakannya dengan mengajak seorang tetangganya bernama Yasirin.



 Mereka mencari Zainudin dan kedua anaknya itu dengan menaiki sepeda motor. Setelah beberapa jam mencari, akhirnya Heny ketemu Zainudin di pertigaan Dukuh Pranan Desa Belor, Ngaringan, Grobogan, sekitar pukul 14.00. Sang ayah diminta berhenti dan pulang ke Desa Bacem, Banjarejo. Namun, Zainudin tidak berhenti dan tetap menaiki sepeda motornya.



 Karena tidak mau berhenti itulah, Heny minta tolong warga dengan menjerit dan berteriak anakku-anakku. Spontan warga yang mendengar langsung mengejar Zainudin dan Agus yang sedang memboncengkan dua anaknya. Mereka pun kejar-kejaran hingga di Jalan Desa Ngilen, Kunduran. Di jalan itu, Zainuddin terjatuh bersama kedua anaknya dan temannya. Warga pun lang sung menghajarnya habis-habisan. “Sebenarnya korban sudah menjelaskan (jika itu anaknya), namun karena massa sudah banyak dan berkerumun, kemungkinan tidak mendengar, sehingga tetap dihajar massa,” ungkap Kapolsek Kunduran Rabu (5/4).



 Akibat kejadian itu, Zainuddin mengalami luka di sekujur tubuhnya. Bibir atasnya sobek, luka memar, dan patah tulang. Sementara Agus mengalami patah tulang. Kendaraannya juga dibakar massa. ”Kami masih mengumpulkan keterangan saksi. Ini adalah kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi, serta kepanikan budenya (Heny) yang berteriak anakku-anakku. Seakan yang membawa ponakannya itu orang lain atau penculik, padahal ayahnya sendiri,” jelasnya. Pihaknya berharap warga tidak mudah terprovokasi.(sub/lil/JPG)


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore