Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Mei 2017 | 09.55 WIB

Duo Serigala Tampil Seronok, Telkomsel Akhirnya Minta Maaf

Aksi panggung Duo Serigala yang disoal warga - Image

Aksi panggung Duo Serigala yang disoal warga

JawaPos.com – PT Telkomsel Area Ternate akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas aksi panggung Duo Serigala dalam gelaran Hari Ulang Tahun (HUT) Telkomsel ke-22, Senin (1/4) lalu.

Permintaan maaf tersebut menyusul maraknya protes masyarakat Maluku Utara terhadap penampilan grup dangdut itu. Saat tampil dalam event provider pelat merah itu, performance duet Ovi Sovianti dan Lulu Zen dinilai terlalu seronok dan tak sesuai budaya ketimuran.

Dalam konferensi pers di pendopo kedaton Kesultanan Ternate, Selasa (2/4), Manager Network Service Telkomsel Cabang Manado (membawahi area Ternate) Hasan Lau menyampaikan permohonan maaf atas penampilan Duo Serigala yang diundang pihaknya.

Seperti dilansir dari Malut Post (Jawa Pos Group), di hadapan awak media dan perangkat adat Kesultanan Ternate, Hasan menyatakan permohonan maaf tersebut ditujukan kepada masyarakat Malut, pihak Kesultanan, dan Pemerintah Kota Ternate.

”Kami manajemen Telkomsel selaku penyelenggara acara memohon maaf sebesar-besarnya, setulus-tulusnya, kepada pihak Kesultanan, Pemerintah Kota dan juga kepada seluruh masyarakat adat kesultanan Ternate,” kata Hasan.

Ia berjanji, untuk gelaran event ke depan, Telkomsel tak akan lagi menghadirkan artis semacam Duo Serigala. Menurutnya, hujatan publik atas event kemarin menjadi masukan yang amat berarti untuk Telkomsel.

”Kepada pelanggan Telkomsel, kami menyampaikan terima kasih atas loyalitasnya. Kami tetap berkomitmen untuk mewujudkan telekomunikasi yang handal di seluruh pelosok Malut,” ucapnya.

Sementara Jogugu (Perdana Menteri, Red) Kesultanan Ternate Mahmud Zulkiram pada kesempatan itu menambahkan, pihak Kesultanan sebelumnya amat kecewa dengan pertunjukan Duo Serigala di depan kedaton Kesultanan Ternate. Baginya, penampilan duet tersebut telah melukai perasaan masyarakat Kota Ternate.

”Apalagi kita sendiri tahu, bahwa dua artis ini walaupun belum pernah tampil di Ternate, tetapi track record-nya kita tahu. Mereka ini menjadi artis bukan karena suaranya, tapi karena goyangan erotisnya dan sesuatu yang dipertontonkan itu yang membuat mereka menjadi terkenal. Bukan karena kualitasnya,” kecamnya.

Zulkiram menegaskan, yang menjadi persoalan adalah mengapa penyanyi seperti itu ditampilkan di depan kedaton Kesultanan Ternate. Padahal dari dulu masyarakat Ternate menghargai muruah Kesultanan sebagai kerajaan Islam.

”Negeri ini adalah negeri para Kolano, para Sultan, yang menjunjung tinggi adat se atorang, artinya adat dan budaya kita itu bersendikan pada ajaran agama, dan ajaran agama itu bersendikan dari kitabullah dan Sunnah Rasul, yaitu Allah SWT dan Rasulullah SAW. Saya kira apa yang terjadi kemarin adalah reaksi spontanitas dari masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate Samin Marsaoly menegaskan pihaknya tidak mendapatkan surat atau pemberitahuan kegiatan oleh PT Telkomsel. “Saya sebagai Kepala Dinas Pariwisata tidak pernah mendapatkan surat atau pemberitahuan dari pihak penyelenggara kegiatan,” akunya.

Samin pun mewanti-wanti Telkomsel dan instansi lainnya agar penyelenggaraan event berikutnya wajib mengantongi surat izin dari Dispar. “Ke depan kami harap kalau ada kegiatan serupa, harus beritahukan kepada kami sebagai Pemerintah,” tegasnya.(tr-05/mg-04/kai/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore