
Warga dialog dengan pelaksana proyek Tol Batang-Semarang meminta akses jalan penghuung kampung.
JawaPos.com - Puluhan warga Dukuh Penjor, Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu Kendal, memblokade proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang. Warga menuntut agar pelaksana tidak menutup akses jalan kampung. Warga juga meminta dibuatkan jalan penghubung agar tidak memutar. Akibat aksi ini, sejumlah kendaraan berat dan alat berat proyek tol berhenti beroperasi sementara.
Pantauan Radar Pekalongan (Jawa Pos Group), dalam aksinya massa memasang spanduk tuntutan. Warga menuntut pelaksana proyek jalan penghubung kampung tidak ditutup. Warga juga meminta dibuatkan akses penghubung saat jalan tol selesai.
Aksi tersebut dilaksanakan karena pihak PT Waskita Karya sebagai pelaksana proyek jalan tol Batang-Semarang tidak ada itikad baik membangunkan jalan penghubung dua desa dan dua dusun lantaran jalan utama terkena dampak proyek tol.
Akibat penutupan oleh Waskita, warga harus bersusah payah menuju ke masjid, pemakaman, maupun aktifitas kerja dan sekolah. Warga harus berputar sejauh dua kilometer. Pada kesempatan itu, warga yang mulai terlihat emosi akhirnya ditemui humas PT Waskita Karya seksi 4 Kendal.
"Kami hanya minta dibuatkan akses jalan penghubung karena jika ditutup warga harus memutar jauh," kata Gofur warga setempat.
Hal senada diungkapkan Surim, warga setempat. Ia kawatir, jika proyek jalan tol Batang Semarang kelar warga tak akan lagi mempunyai akses jalan. Kekawatiran tak hanya dirasakan warga Dusun Penjor, Desa Nolokerto saja, tapi juga dirasakan oleh warga Dusun Rejomulyo, Desa Protomulyo.
"Warga tidak menolak proyek tol ini, kami hanya minta akses jalan saja, jangan sampai setelah proyek ini jadi, akses jalan yang sebelum adanya proyek tol ini justru hilang. Agar akses jalan nantinya tetap ada, warga hanya minta agar pelaksana proyek tol buatkan jembatan terowongan," kata dia.
Sementara Humas PT Waskita Seksi 4, Toto Suharto, mengatakan, tuntutan warga akan diperhatikan asalkan ada surat resmi dari pemerintah. "Jika sesuai prosedur maka tuntutan warga akan dipenuhi," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, warga mengancam akan terus memblokir akses jalan yang biasa dilewati kendaraan proyek jika tuntutan tak dipenuhi. Puluhan warga akhirnya membubarkan diri setelah mendapat kepastian PT Waskita Karya seksi 4.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
