
Ilustrasi
JawaPos.com - Ternyata, banyak orang mampu atau kaya di Kabupaten Tegal yang belum memiliki jamban. Bahkan, jumlahnya mencapai 65 ribu kepala keluarga (KK). Ironianya, jumlah itu lebih banyak dibandingkan orang tidak mampu yang tidak memiliki jamban.
"Kalau keluarga tidak mampu, hanya 47 ribu keluarga yang tidak mempunyai jamban," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Bakhrun, kemarin.
Bakhrun mengaku, data itu diperolehnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal saat rapat koordinasi dengan Komisi IV, beberapa waktu lalu. Jumlah total keluarga di Kabupaten Tegal yang tidak memiliki jamban sebanyak 112 ribu.
Dari jumlah itu, 65 ribu keluarga yang kehidupannya di atas rata-rata belum memiliki jamban. "Kami heran, kenapa keluarga kaya justru tidak memiliki jamban," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Kemungkinan, lanjut dia, keluarga mampu yang belum berjamban sudah terbiasa buang air besar (BAB) di sungai atau pekarangan. Padahal, kebiasaan itu sangat mengganggu kesehatan dirinya dan masyarakat sekitar. Kondisi itu harus disikapi Pemkab Tegal dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kalau memang tidak mampu buat jamban, pemkab sudah menyediakan program untuk pengentasan keluarga yang tak berjamban," ucapnya kepada Radar Tegal (Jawa Pos Group).
Dia mengungkapkan, pemkab telah membuat kegiatan jambanisasi untuk keluarga miskin yang masuk dalam kegiatan Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM). Program itu dilakukan dengan membangun jamban di setiap keluarga.
Bantuan pembuatan jamban dianggarkan Rp1,8 juta per keluarga. Tahun ini, Pemkab Tegal menganggarkan sekitar Rp21,75 miliar untuk membangun sekitar 11 ribu jamban.
"Bantuan ini akan dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut, sehingga tersisa sekitar 15 ribu keluarga yang belum berjamban pada tahun 2020," ungkap Bakhrun.
Untuk menyelesaikan program bebas BAB sembarangan, Bahrun menyarankan agar keluarga yang belum berjamban dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Utamanya, bagi desa-desa yang warganya belum berjamban.
Namun dibutuhkan aturan agar desa-desa yang keluarganya belum berjamban bisa melaksanakan program tersebut. "Paling parah di Desa Harjosari, Kecamatan Suradadi sekitar 1.273 keluarga yang belum berjamban," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
