
Air yang dianggap berhasiat.
JawaPos.com - Mata air di objek wisata Paniis Singkup benar-benar alami. Air segar yang keluar ternyata berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan lumpuh akibat stroke. Sebagian orang percaya, khasiat air di Paniis untuk enteng jodoh, buang sial, hingga awet muda.
Belum ada kajian ilmiah untuk membuktikan hal tersebut. Namun mitos yang beredar di masyarakat telah menjadikan hal tersebut sebagai daya tarik tersendiri sehingga wisata Paniis Singkup tak pernah sepi pengunjung.
Objek wisata Paniis Singkup berlokasi di kaki Gunung Ciremai sebelah utara. Tepatnya di Desa Paniis dan Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Dua objek wisata di dua desa yang saling berbatasan ini telah menjadi satu dan tak bisa terpisahkan.
Menyajikan wisata alam dengan nuansa gemericik air sungai yang mengalir langsung dari sumber mata air disertai suasana alam dengan vegetasi pepohonan pinus di sekelilingnya.
Kesejukan air yang keluar dari dalam tanah bisa saja merangsang syaraf-syaraf di dalam tubuh sehingga pikiran menjadi tenang dan rilek. Sama halnya dengan penderita kelumpuhan akibat stroke, bisa saja dinginnya air yang mengalir dapat merangsang syaraf motorik kembali berfungsi.
Namun demikian, tak ada salahnya mencoba meminum air langsung dari mata air ini karena kebersihannya bisa terjamin.
Diceritakan seorang Petugas PDAU Kuningan Imam Dwi Putranto, pernah ada seorang temannya iseng melakukan penelitian terhadap kandungan TDS (Total Dissolve Solid) pada air Paniis untuk mengukur kandungan zat terlarut, baik itu organik maupun anorganik.
Hasilnya, menunjukkan kandungan TDS di bawah 100. Artinya, air di Paniis layak untuk dikonsumsi langsung tanpa harus dimasak.
Selain terkenal dengan khasiatnya menyembuhkan berbagai penyakit, air Paniis juga dipercaya masyarakat sekitar mengandung mistis. Konon, setiap malam Kliwon Syura, mata air tersebut mengeluarkan harum yang semerbak luar biasa.
Tak ada yang tahu dari mana asal harum tersebut. Namun mitos tersebut banyak memengaruhi masyarakat yang percaya terhadap ilmu gaib untuk melakukan ritual menyepi dan berendam semalamam di hulu sungai tersebut.
“Kebanyakan mereka yang datang melakukan ritual tersebut untuk mencari berkah atau bertujuan untuk kebatinan, usaha, jodoh, kekuasaan dan lain-lain. Ini juga mungkin dipengaruhi oleh mitos Gunung Ciremai," kata Imam.
Namun, Imam menyerahkan segala cerita yang beredar tersebut kepada masyarakat untuk mempercayainya atau tidak. Yang terpenting bagi Imam adalah keberadaan objek wisata Paniis Singkup adalah salah satu aset Pemerintah Kabupaten Kuningan yang harus dijaga kelestariannya dan memberi kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) yang membanggakan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
