
Pameran flora dan fauna: Sejumlah pengunjung terlihat melihat koleksi flora dan fauna yang diadakan di TSTJ, Sabtu (4/11).
JawaPos.com - Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Kebun Binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) mengadakan pameran flora dan fauna, Sabtu (4/11). Pameran yang diadakan di kawasan TSTJ ini diikuti oleh puluhan peserta, mulai dari tanaman hingga komunitas satwa yang ada di Solo dan sekitarnya.
Ketua Panitia yang sekaligus Direktur Utama Perusda TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso kepada JawaPos.com mengatakan, gelaran ini menindaklanjuti surat keputusan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Untuk pameran flora dan fauna ini akan diadakan selama dua hari mulai Sabtu-Minggu (4-5/11). ''Kegiatan ini untuk lebih mendekatkan alam dengan manusia, dan mendekatkan manusia dengan alam. Dan sesuai dengan temanya,'' terang Bimo, Sabtu (4/11).
Bimo menambahkan dengan kegiatan ini juga menjadi momen untuk percepatan revitalisasi TSTJ. ''Ini kan juga dianggarkan Rp 2 miliar untuk pembangunan kandang, sehingga percepatan revitalisasi juga bisa terealisasikan,'' tandasnya.
Pameran ini menghadirkan banyak sekali instansi dan juga komunitas satwa yang ada di Solo. Peserta pameran berada di 22 stan. Seperti, komunitas burung paruh bengkok, komunitas musang Solo, tanaman dari dinas pertanian dan kehutanan Semarang, komunitas anthurium, dan juga beberapa komunitas flora dan fauna lainnya.
Salah satu peserta pameran yakni komunitas pecinta burung paruh bengkok, Solo Parrot Lovers. Danang, 40, anggota komunitas mengatakan, ajang ini menjadi tempat untuk edukasi masyarakat, bahwa selama ini banyak yang kurang tahu mengenai mana burung paruh bengkok yang dilindungi dan mana yang tidak. “Yang kami bawa di sini adalah burung paruh bengkok endemik Indonesia. Kakak tua raja, muri kabare, kaka tua, dan juga jenis kakak tua lainnya,” terangnya.
Selain Solo Parrot Lovers, peserta komunitas lainnya yakni Musang Solo (Muslo). Anggota Muslo, Sugiyanto (41) menjelaskan, pameran ini ditujukan untuk edukasi kepada masyarakat. Selama ini mungkin masih banyak masyarakat yang belum tahu jika musang ada beberapa jenis. “Di sini kita bawa jenis musang pandan, akar, rase dan oter. Dan yang paling banyak dipelihara adalah jenis musang pandan, karena lebih mudah untuk dibudidayakan juga,” terangnya.
Salah satu pengunjung, Ely (12) mengatakan, bahwa pameran ini sangat bagus untuk edukasi. Karena, dengan melihat pameran bisa lebih tahu mengenai flora dan fauna yang ada di Indonesia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
