Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Agustus 2026 | 21.19 WIB

Waspada Karhutla, Kemenhut Deteksi 73 Hotspot di Kalsel

Ilustrasi penanganan kebakaran hutan. (Istimewa) - Image

Ilustrasi penanganan kebakaran hutan. (Istimewa)

JawaPos.com - Cuaca ekstrem melanda Indonesia belakangan perlu diwaspadai dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendeteksi 73 titik panas (hotspot) di Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Ke-73 hotspot itu terdeteksi lewat pemantauan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI). Sebanyak 14 titik di antaranya tersebar di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XI Banjarbaru Wahyu Nurhidayat mengatakan, informasi hotspot merupakan instrumen penting dalam sistem peringatan dini agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas.

"Setiap titik panas yang teridentifikasi di dalam areal kerja PBPH perlu segera diverifikasi di lapangan. Informasi hotspot merupakan bagian dari sistem peringatan dini agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sejak tahap awal," ujar Wahyu kepada media pada Minggu (16/8).

Berdasarkan hasil pemantauan SIPONGI Kemenhut menggunakan satelit NASA-NOAA20 pada 12 Agustus 2026, di Kalsel teridentifikasi sebanyak 73 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 titik berada pada areal PBPH. Rinciannya, 6 titik berada di areal PT Inhutani I Unit Pelaihari, 6 titik di areal PT Dwima Intiga, 1 titik di areal PT Hutan Rindang Banua, dan 1 titik di areal PT Prima Multibuana.

Namun, Wahyu menegaskan, keberadaan hotspot tidak secara otomatis menunjukkan telah terjadi kebakaran. Hotspot merupakan indikator adanya anomali suhu yang tetap membutuhkan pemeriksaan langsung di lapangan.

"Prinsipnya, jangan menunggu api membesar. Ketika terdapat informasi hotspot di dalam atau di sekitar areal kerja, segera lakukan pengecekan. Jika ditemukan indikasi kebakaran, lakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai ketentuan," tegasnya.

Oleh karena itu, setiap informasi hotspot harus segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan. Langkah tersebut diperlukan untuk membedakan anomali suhu dengan kejadian kebakaran sekaligus mempercepat respons apabila memang ditemukan api.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore