Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 April 2026 | 18.56 WIB

Buka Suara Soal Penembakan di Papua, Koops TNI Habema: Peristiwa di Kampung Kembru dan Kampung Jigiunggi Tidak Berkaitan

Barang bukti yang diamankan oleh prajurit TNI pasca kontak tembak dengan OPM di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. (TNI) - Image

Barang bukti yang diamankan oleh prajurit TNI pasca kontak tembak dengan OPM di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. (TNI)

JawaPos.com - Koops TNI Habema buka suara pasca terjadinya 2 peristiwa berbeda di Kampung Kembru dan Kampung Jigiunggi, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Selasa (14/4). Pasukan yang dibentuk oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto tersebut menegaskan bahwa kedua peristiwa tersebut tidak saling berkaitan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Infanteri Wirya Arthadiguna menyampaikan bahwa pihaknya perlu meluruskan informasi yang beredar dan simpang siur. Menurut Wirya, pada 14 April lalu terjadi 2 peristiwa di Kabupaten Puncak. Peristiwa pertama terjadi di Kampung Kembru. Kemudian peristiwa kedua terjadi di Kampung Jigiunggi.

”Kejadian pertama terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Papua. Dimana berdasarkan laporan masyarakat terdapat keberadaan kelompok bersenjata OPM (Organisasi Papua Merdeka) di wilayah tersebut,” kata Wirya dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Sabtu (18/4).

Atas informasi tersebut, prajurit TNI melaksanakan patroli dan pengecekan. Laporan yang dia terima menyebutkan bahwa saat tim tiba di lokasi kejadian, mereka langsung diberondong tembakan yang diletuskan oleh OPM. Kontak tembak pun terjadi. Prajurit TNI membalas tembakan OPM menggunakan tembakan balasan hingga kontak tembak selesai.

”Dalam peristiwa itu, 4 orang dari kelompok bersenjata OPM dinyatakan meninggal dunia,” imbuhnya.

Di lokasi tersebut, prajurit TNI turut mengamankan sejumlah barang bukti yang terdiri atas 1 pucuk senapan angin, amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 7,62 militer, 1 selongsong peluru, busur dan anak panah, serta berbagai senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau. Barang bukti itu menjadi menegaskan keberadaan kelompok OPM di Kampung Kembru.

”Selain itu ditemukan pula perlengkapan komunikasi berupa beberapa unit telepon genggam dan handy talky (HT), bendera OPM, serta dokumen identitas dan perlengkapan pribadi lainnya,” ungkap Wirya.

Peristiwa kedua, sambung dia, terjadi di Kampung Jigiunggi. Saat itu, aparat TNI mendapat laporan dari kepala kampung bernama Venius Walia ihwal meninggalnya seorang anak akibat luka tembak. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan oleh prajurit TNI. Dia memastikan, memang ada korban sebagaimana laporan yang telah diterima.

”Namun demikian, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian (yang menyebabkan anak tersebut meninggal dunia),” kata dia.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore