
Bupati Lumajang Indah Amperawati (dua dari kiri) bertakziah ke rumah duka warganya yang meninggal saat menonton karnaval sound horeg. (dok. Radar Jember)
JawaPos.com - Fenomena sound horeg kembali menyita perhatian publik setelah seorang ibu di Lumajang bernama Anik Mutmainah, 38 tahun, tiba-tiba ambruk dan meninggal dunia saat asyik menyaksikan karnaval.
Acara yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI itu digelar di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Sabtu malam (2/8), serta menghadirkan beberapa sound horeg yang didatangkan dari Lumajang dan kota lain.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, namun nyawanya tak tertolong. Suami korban, Mujiarto mengatakan bahwa sang istri dalam kondisi sehat. Ia bahkan sempat membagikan momen lewat ponselnya.
“Saat nonton sound, istri saya sempat merekam video dan mengunggahnya ke Facebook. Sebelumnya tidak pernah mengeluhkan sakit apapun, bahkan tidak punya riwayat penyakit jantung,” ujarnya, dikutip dari Radar Jember (Jawa Pos Group), Selasa (5/8).
Menanggapi peristiwa tersebut, Bupati Lumajang, Indah Amperawati mendatangi rumah duka Anik Mutmainah di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang untuk takziah, Minggu (3/8).
"Hari ini saya atas nama Pemkab (Pemerintah Kabupaten Lumajang) takziah ke ibu Anik Mutmainah yang meninggal dunia tadi malam (Sabtu, 2 Agustus 2025). Kebetulan ada pawai karnaval desa," ujar Indah.
Pemkab Lumajang akan menggelar koordinasi lintas sektor guna meninjau kembali aturan batas volume pengeras suara dalam kegiatan masyarakat, termasuk karnaval. Hal ini demi mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Lebih lanjut, Indah juga menuturkan bahwa kegiatan karnaval sound horeg yang menyebabkan seorang ibu di Lumajang meninggal dunia, telah mengantongi izin dari aparat keamanan setempat.
"Saya menanyakan kepada beberapa pihak, termasuk ke Camat. Pak camat menyampaikan bahwa karnaval ini sudah berizin. Saya juga mengkonfirmasi ini dan benar sudah berizin dan sudah sesuai SOP-nya," sambungnya.
Maka dari itu, agar peristiwa nahas ini tak terulang lagi, Pemkab Lumajang akan segera melakukan evaluasi dan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memperketat regulasi.
"Jadi segera kami akan evaluasi dan koordinasi dengan Pak Kapolres selaku pihak penerbit izin. Saya bertemu dengan keluarga, dan keluarga menerima dengan ikhlas dan ini sebagai bagian dari takdir," tukas Indah.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
