Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 17.51 WIB

3 Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Teridentifikasi, Termasuk WN Malaysia

Tiga jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya berhasil teridentifikasi. (Dokumentasi Basarnas Surabaya) - Image

Tiga jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya berhasil teridentifikasi. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)

JawaPos.com - Tiga jenazah yang dievakuasi tim SAR gabungan pada pencarian hari kesembilan, Kamis (10/7), berhasil diidentifikasi. Mereka adalah korban karamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengatakan tiga jenazah ditemukan terpisah. Jenazah pertama pada Rabu sore (10/7) pukul 16.23 WIB di perairan Pantai Perpat, Sembulungan, Banyuwangi.

Jenazah kedua dievakuasi keesokan harinya, tepatnya pada operasi pencarian hari kesembilan. Tim SAR mendapatkan informasi temuan jenazah di sekitar Pantai Plengkung, Banyuwangi, Kamis (10/7) pukul 04.00 WIB. 

Tidak lama kemudian, jenazah ketiga ditemukan nelayan di perairan Pantai Perancak Bali sekitar pukul 03.00 WITA. Karena kendala cuaca, jenazah baru bisa dievakuasi ke darat melalui Pantai Pebuahan sekitar pukul 08.55 WIB. 

"Ketiga jenazah tersebut dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk menjalani proses identifikasi. Setelah serangkaian tahapan forensik, tim DVI Polri berhasil mengungkap identitas jenazah," tutur Eko, Jumat (11/7).

Jenazah pertama teridentifikasi atas nama Novan Hardiansyah, 14 tahun, warga Singojuruh, Banyuwangi. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus hitam dan celana pendek berwarna biru.

Sementara itu, jenazah kedua teridentifikasi atas nama Sofian Wibowo, 18 tahun, warga Banjarnegara, Jawa Tengah. Saat ditemukan nelayan sekitar, korban mengenakan kaus hitam dan celana pendek jeans biru.

Jenazah ketiga yang ditemukan di perairan Pantai Perancak, Bali, korban teridentifikasi atas nama Fauzey bin Awang, 55 tahun, warga negara Malaysia. Ia mengenakan celana jeans biru, baju kotak-kotak hitam merah. 

Dengan temuan ini, total korban KMP Tunu Pratama Jaya yang telah ditemukan adalah 45 orang, dengan rincian 30 korban selamat dan 15 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jika merujuk pada data manifest KMP Tunu Pratama Jaya saat kejadian, kapal nahas tersebut membawa 65 orang, yang terdiri 12 kru kapal dan 53 penumpang. Artinya, masih ada 20 korban yang masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah, termasuk masyarakat nelayan sekitar, terus berupaya untuk mencari keberadaan korban yang belum ditemukan.

Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.

Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore