
Viral sebuah video yang menunjukkan siswa SD dari SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer biduan. (Platform X).
JawaPos.com - Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng. Sebuah video mengejutkan memperlihatkan aksi siswa Sekolah Dasar (SD) yang berjoget dan menyawer biduan dalam acara perpisahan kelas VI di Tulungagung, viral dan mengundang kemarahan publik.
Dalam video berdurasi 59 detik yang tersebar luas dan viral di media sosial (medsos), terlihat siswa laki-laki dari SDN 1 Kenayan tampak berjoget di depan seorang biduan yang tengah bernyanyi. Lebih parahnya, mereka dengan santainya menyelipkan uang saweran, aksi yang biasanya terjadi di panggung hiburan malam dewasa diiringi sorakan ibu-ibu yang justru memberi uang dan merekam sambil tertawa.
Panggung kecil itu mendadak berubah jadi ajang "dangdutan mini" yang sama sekali tak mencerminkan dunia pendidikan anak usia sekolah dasar. Salah satu MC acara bahkan terdengar dengan santai mengajak siswa lain untuk naik dan bergoyang bersama, seolah tak ada yang salah.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak sekolah angkat suara. Kepala SDN 1 Kenayan, Admim Kholisina, dengan nada menyayangkan menyebut bahwa aksi heboh itu sama sekali bukan bagian dari kegiatan resmi sekolah.
"Sekolah hanya menggelar pelepasan sederhana, ada paduan suara dan pelepasan balon. Tidak ada hiburan elektronik apalagi biduan. Itu murni acara di luar tanggung jawab kami," tegasnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/6), seperti dilansir Radar Tulungagung (Jawa Pos Group).
Admim mengaku kaget saat video itu viral. Ia menjelaskan bahwa hiburan dangdut dan kehadiran biduan adalah murni inisiatif sebagian orang tua siswa yang mengadakan acara tambahan tanpa sepengetahuan sekolah.
"Kami tidak terlibat dalam acara itu. Bahkan, orang tua yang merekam video sudah datang langsung dan menyampaikan permintaan maaf secara tertulis," imbuhnya.
Kejadian ini langsung menuai reaksi keras dari netizen. Banyak yang mempertanyakan bagaimana bisa anak-anak seusia SD memiliki keberanian dan kelonggaran untuk berperilaku demikian.
"Ini bukan sekadar soal hiburan. Ini cerminan dari bagaimana moral anak-anak kita sedang ambruk!" tulis salah satu pengguna X (dulu Twitter).
Tak sedikit pula yang menyalahkan para orang tua yang hadir dan justru mendukung aksi tersebut dengan memberi uang saweran dan tertawa seolah itu hiburan biasa.
Peristiwa tersebut jelas menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan dasar di Indonesia. Ketika acara perpisahan yang seharusnya menjadi momen haru dan penuh kenangan berubah menjadi pesta goyang dan saweran, maka ada sesuatu yang sangat salah, bukan hanya pada anak-anak, tapi juga pada lingkungan yang membentuknya.
Pihak sekolah mengaku akan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi. Namun publik menuntut lebih: kontrol yang nyata, edukasi moral yang kuat, dan batas tegas antara budaya hiburan dan dunia anak-anak.
“Kalau anak SD saja sudah diajarkan hiburan model begini, tunggu saja 10 tahun lagi seperti apa generasi kita,” komentar seorang warganet lainnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
