Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers kepada awak media di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertegas sikapnya terkait aktivitas penambangan di Tanah Pasundan. Setelah sebelumnya, Pemprov Jawa Barat melakukan penutupan terhadap sejumlah lokasi tambang yang bahkan menimbulkan korban meninggal dunia.
Menurut Dedi, langkah menjaga alam dan lingkungan salah satunya bisa dilakukan dengan mengevaluasi izin-izin tambang. Pihaknya pun akan mencabut izin tambang yang sudah berjalan jika memang ditemukan pelanggaran saat dilakukan evaluasi.
Tak lama berselang, mantan Bupati Purwakarta ini kembali menyampaikan terkait kegiatan pertambangan di wilayah yang dipimpinnya. Meskipun penambangan kerap dianggap bisa membuat makmur suatu daerah, Dedi berpendapat sebaliknya.
"Hari ini kita melihat banyak sekali orang yang memiliki anggapan bahwa penambangan bisa melahirkan kemajuan dan kemakmuran, dalam pandangan saya yang hidup dan memimpin di Jawa Barat saya melihat daerah yang menjadi objek penambangan tidak ada kemajuan dan tidak ada kemakmuran," kata Dedi Mulyadi melalui Instagram @dedimulyadi71, Senin (16/6).
Menurut dia, hal yang terjadi justru kerusakan lingkungan, konflik berkepanjangan, dan kemiskinan yang tak terselesaikan. "Dengan menambang sesungguhnya kita lagi menurunkan sumber daya pemikiran kita, karena apa? Karena orang-orang yang pandai, orang-orang yang memiliki kemajuan, negara yang tumbuh dengan pesat itu justru mengandalkan ilmu pengetahuan dalam melakukan pengelolaan alam," jelas Dedi Mulyadi.
Dedi menjelaskan, daerah yang mengandalkan ilmu pengetahuan dalam mengelola alam tak akan melakukan eksploitasi, tetapi mengelola dengan mengandalkan kecerdasan. Alhasil, kemajuan akan tak terelakan.
Atas hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus menutup aktivitas penambangan sebagai bentuk ikhtiar dalam membangun kemajuan. “Dengan menutup pertambangan kita sedang menjaga alam, kita sedang menjaga ekosistem dan kita sedang menjaga Jawa Barat ke depan," tutup Dedi Mulyadi.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
