
Ilustrasi siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar di kelas. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Usulan kebijakan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 6 pagi terus mendapatkan tanggapan dari sejumlah pihak.
Salah satunya dari lulusan magister neuroscience sekaligus pemerhati pendidikan, Trisa Triandesa. Dia menilai, dari sudut pandang neuroscience, rencana kebijakan ini berisiko besar untuk kesehatan otak sekaligus perkembangan anak.
“Kenapa? Anak-anak SD usia 6-12 tahun memang secara biologis mereka cenderung bangun lebih pagi dan otaknya relatif siap untuk belajar di pagi hari. Tapi mereka tetap butuh 9-11 jam tidur per malam. Kalau masuk jam 6 pagi berarti mereka harus tidur jam 7 malam bahkan lebih awal kalau rumahnya jauh,” kata Trisa di akun Instagramnya, @trisatriandesa, dikutip Senin (9/6).
Menurut dia, hal ini menjadikan usulan kebijakan itu menjadi kurang realistis. Begitu pun bagi remaja usia 13-18 tahun yang akan menjadi sosok paling terdampak.
Sebab, otak remaja akan mengalami pergeseran ritme sirkadian alias jam biologis saat pubertas yang membuatnya sulit tertidur sebelum pukul 11.00 malam.
“Jadi kalau disuruh bangun jam 4 atau 5 pagi, yang terjadi adalah kekurangan tidur yang kronis. Efeknya nih kang, konsentrasi menurun, memori terganggu, emosi kurang stabil, risiko depresi meningkat, dan prestasi akademik merosot,” jelas dia.
Di sisi lain, Trisa menjelaskan bahwa menurut studi neuroscience, jam sekolah ideal adalah pukul 08.30 pagi atau lebih siang. Bahkan, waktu optimal untuk fokus belajar adalah sekitar pukul 9-10 pagi.
“Jadi kalau tujuannya adalah membentuk karakter dan disiplin anak, bukan lewat cara yang mengorbankan otak mereka. Emangnya mau kualitas warga jabar di masa mendatang menurun? Nanti Kang Dedi loh yang disalahin,” jelas Trisa.
Tak hanya itu, Trisa mengungkap bahwa sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa memundurkan jam sekolah bisa meningkatkan prestasi, mood, dan kesehatan mental.
“Jadi, jam masuk sekolah baiknya menyesuaikan dengan proses perkembangan otak alami anak atau peserta didik dan berdasarkan riset. Kalau boleh tau nih kang, landasan ilmiah apa, siswa di Jabar harus masuk jam 6 pagi,” tutupnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
