Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Juni 2025 | 18.33 WIB

Dedi Mulyadi Usul Jam Masuk Sekolah jadi Pukul 6 Pagi, Pakar Neuroscience Sebut Berisiko Besar bagi Kesehatan Otak dan Perkembangan Anak

Ilustrasi siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar di kelas. (Dokumentasi Jawa Pos) - Image

Ilustrasi siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar di kelas. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com - Usulan kebijakan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 6 pagi terus mendapatkan tanggapan dari sejumlah pihak.

Salah satunya dari lulusan magister neuroscience sekaligus pemerhati pendidikan, Trisa Triandesa. Dia menilai, dari sudut pandang neuroscience, rencana kebijakan ini berisiko besar untuk kesehatan otak sekaligus perkembangan anak.

“Kenapa? Anak-anak SD usia 6-12 tahun memang secara biologis mereka cenderung bangun lebih pagi dan otaknya relatif siap untuk belajar di pagi hari. Tapi mereka tetap butuh 9-11 jam tidur per malam. Kalau masuk jam 6 pagi berarti mereka harus tidur jam 7 malam bahkan lebih awal kalau rumahnya jauh,” kata Trisa di akun Instagramnya, @trisatriandesa, dikutip Senin (9/6).

Menurut dia, hal ini menjadikan usulan kebijakan itu menjadi kurang realistis. Begitu pun bagi remaja usia 13-18 tahun yang akan menjadi sosok paling terdampak.

Sebab, otak remaja akan mengalami pergeseran ritme sirkadian alias jam biologis saat pubertas yang membuatnya sulit tertidur sebelum pukul 11.00 malam.

“Jadi kalau disuruh bangun jam 4 atau 5 pagi, yang terjadi adalah kekurangan tidur yang kronis. Efeknya nih kang, konsentrasi menurun, memori terganggu, emosi kurang stabil, risiko depresi meningkat, dan prestasi akademik merosot,” jelas dia.

Di sisi lain, Trisa menjelaskan bahwa menurut studi neuroscience, jam sekolah ideal adalah pukul 08.30 pagi atau lebih siang. Bahkan, waktu optimal untuk fokus belajar adalah sekitar pukul 9-10 pagi.

“Jadi kalau tujuannya adalah membentuk karakter dan disiplin anak, bukan lewat cara yang mengorbankan otak mereka. Emangnya mau kualitas warga jabar di masa mendatang menurun? Nanti Kang Dedi loh yang disalahin,” jelas Trisa.

Tak hanya itu, Trisa mengungkap bahwa sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa memundurkan jam sekolah bisa meningkatkan prestasi, mood, dan kesehatan mental. 

“Jadi, jam masuk sekolah baiknya menyesuaikan dengan proses perkembangan otak alami anak atau peserta didik dan berdasarkan riset. Kalau boleh tau nih kang, landasan ilmiah apa, siswa di Jabar harus masuk jam 6 pagi,” tutupnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore