Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Mei 2024 | 15.37 WIB

Belum Semua Setuju! Sebagian Besar Warga Terdampak Tol Kediri-Tulungagung Masih Pikir-pikir Soal Hasil Appraisal

Warga mengikuti musyawarah hasil appraisal, penaksiran harga tanah terdampak Tol Kediri-Tulungagung. - Image

Warga mengikuti musyawarah hasil appraisal, penaksiran harga tanah terdampak Tol Kediri-Tulungagung.

JawaPos.com - Proses pembebasan tanah terdampak Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) terus berlanjut hingga kini.

Sebagian warga telah setuju dan menerima Uang Ganti Rugi (UGR). Sementara itu, sebagiannya lagi masih dalam proses musyawarah dan diskusi.

Dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), Sabtu (4/5), setidaknya ada 19 warga Kelurahan Gayam yang baru-baru ini telah mengikuti musyawarah hasil appraisal atau penaksiran harga tanah terdampak Tol Kediri-Tulungagung.

Berdasarkan pertemuan tersebut, hanya enam orang saja yang telah memberi persetujuannya.

Sementara itu, mayoritas warga lainnya memilih untuk pikir-pikir terlebih dulu. Diketahui, sebanyak 13 orang yang belum memberi jawaban itu memiliki berbagai alasan.

Salah satunya, karena mereka masih harus berdiskusi terlebih dulu dengan anggota keluarga. Beberapa lainnya mengaku kecewa dengan nilai yang ditawarkan.

Hari Trianto, salah satu warga yang belum menyetujui nilai appraisal. Dalam pertemuan itu, dia tak langsung memberi persetujuan.

Namun, dia memilih untuk langsung pulang setelah mendapat penjelasan dari panitia dan menerima lembar hasil appraisal di dalam amplop.

“Karena ya percuma. Katanya musyawarah. Tapi di rapat itu sudah dalam bentuk penetapan. Otomatis nggak ada nego (negosiasi, Red),” jelasnya sembari menyebut nilai yang ditawarkan masih di bawah harga pasaran di lingkungannya.

Menurutnya, kawasan permukimannya itu berada di dekat lingkungan sebuah kampus, sekolah, dan pondok pesantren.

Namun, berdasarkan ketetapan dari kantor jasa penilai publik (KJPP), tanahnya itu hanya dihargai senilai Rp 3,2 juta saja per meternya.

“Sekarang harga tanah di sekitar sini melonjak karena ada tol dan UB (kampus negeri Universitas Brawijaya, Red). Terakhir tanah di dekat sini dijual Rp 3,5 juta,” lanjutnya.

Kendati demikian, Hari mengaku hanya bisa pasrah untuk kedepannya. Sebab, beberapa warga yang sudah lebih dulu appraisal juga sempat mengajukan keberatan sebelumnya.

Akan tetapi, hingga saat ini tetap tidak bisa mengubah nilai appraisal dari KJPP.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore