JawaPos.com - Seorang Ketua Sekolah di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Semarang dilaporkan ke kepolisian. Pelaporan ini buntut atas dugaan kasus penganiayaan terhadap salah satu dosen muda di kampus Perguruan Ilmu Komunikasi tersebut.
Terlapor adalah SR, dilaporkan oleh pihak pelapor, bernama inisial ARA, 30, dilaporkan ke Polsek Pedurungan pada pertengahan Maret 2024. Sedangkan lokasi kejadian berada di dalam ruang dosen, kampus tersebut yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Pedurungan, Selasa 20 Februari 2024 sekira pukul 13.30.
"Klien kami diangkat yayasan sebagai sekretaris program studi, tiba-tiba SR ini mendatangi ruang dosen marah-marah, merobek SK (surat keputusan) pengangkatan di depan wajah klien kami, kemudian menjambak, menampar dan memukuli wajah," ungkap kuasa hukum korban, Alif Abdurrahman dari Kantor Hukum Abdurrahman & Co, Jumat (26/4/2024).
Menurutnya, juga merasa heran atas perilaku SR terhadap kliennya. Alif menyebut sebelumnya tidak ada masalah sama sekali antara korban dan terlapor. Saat terjadi penganiayaan, dosen-dosen lain tak berani berbuat banyak, dan merasa ketakutan.
"SR ini dosen senior dan petinggi di kampus itu. Sempat dilakukan upaya mediasi, namun gagal. Minta maaf pun tidak, sebenarnya saat itu minta maaf aja selesai," ujarnya.
Berdasarkan video, SR juga marah-marah dan memaki-maki salah satu dosen perempuan setelah melakukan dugaan penganiayaan terhadap korban. Lokasinya di sebuah ruangan yang terdapat banyak orang. Kejadian ini pun, kliennya mengalami trauma dan luka memar.
"Saat ini klien kami mengalami trauma dan fisik mengalami luka memar di kepala, masih mengajar tetapi trauma ketika berada di kampus," katanya.
Berbekal visum dari RSUP dr Kariadi Semarang, korban didampingi tim hukum itu melaporkan ke Polsek Pedurungan. Pihaknya berharap, pelaporan ini mendapat penanganan serius dari pihak kepolisian, termasuk Kemenristekdikti memberikan perhatian terhadap kasus ini.
"Kami menyesalkan adanya kekerasan di dunia kampus. Ini premanisme di dunia kampus, dari pihak Polsek Pedurungan kami juga berharap ada atensi khusus ini, untuk pemeriksaan terhadap pihak terlapor," pungkasnya. (mha)