Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Maret 2024 | 18.25 WIB

Peringatan International Woman’s Day, Ini Pesan Khofifah

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. - Image

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

JawaPos.com–Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen turut serta meningkatkan kualitas SDM perempuan untuk mempercepat kemajuan di segala lini. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Muslimat NU di peringatan International Woman Day, Jumat (8/3).

Ajakan Khofifah tersebut juga berseiring dengan tema yang diangkat PBB dalam International Woman Day tahun ini yaitu Invest in Women, Accelerate Progress yang artinya berinvestasi pada perempuan untuk mempercepat kemajuan.

”Makna dari tema ini begitu dalam. Bagaimana perempuan merupakan kunci dari sebuah kemajuan. Yang artinya jika kita ingin tercapai suatu kemajuan dalam sebuah aspek, kuncinya ada di pembangunan dan pemberdayaan perempuan. Kualitas SDM seorang perempuan menjadi kunci sukses kemajuan bangsa,” imbuh Khofifah.

Saat ini, kesetaraan perempuan dengan laki-laki telah meningkat di semua lini. Hal itu membuat peran perempuan di segala sektor juga semakin besar.

”Di Jawa Timur Indeks peningkatan capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) juga terus meningkat. Dari 91,67 pada 2021 menjadi 92,08 pada 2022. Begitu juga indikator Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Provinsi Jawa Timur juga terus meningkat. Dari 74,42 pada 2022 dibandingkan 72,36,” tegas Khofifah.

”Sangat selaras dengan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) yang terus menurun dari 0,460 pada 2021 menjadi 0,440 pada 2022. Artinya bahwa kesetaraan perempuan di segala lini di Jatim juga terus terbangun,” imbuh dia.

Penerima Honorary Award for Global Peace and Women Empowerment atau Perdamaian Gobal dan Pemberdayaan Perempuan dari Minhaj-Ul-Quran International itu menjelaskan, ada tiga poin yang harus diperkuat pada perempuan sebagai modal investasi mencapai kemajuan.

”Empat poin penguatan untuk perempuan sebagai modal investasi mewujudkan kemajuan adalah penguatan pendidikan, penguatan kompetensi, penguatan karakter,” tegas Khofifah.

Ketua PBNU itu menilai, prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM mau tak mau adalah pendidikan. Perempuan harus tersentuh pendidikan yang baik dan bermutu untuk bisa menjadi tonggak kemajuan.

”Meski sebagai ibu rumah tangga, perempuan harus berpendidikan tinggi, juga yang memilih untuk berkarir. Tak ada bedanya, perempuan harus berpendidikan tinggi dan berkualitas,” tegas Khofifah.

Menurut Khofifah, setiap perempuan membutuhkan profesionalitas dan keterampilan sesuai tuntutan dan kebutuhan di mana dia berperan. Kemudahan akses mendapatkan pelatihan dan pengembangan kompetensi harus didapatkan seluruh perempuan di Indonesia.

”Dengan kompetensi, kita bisa memiliki daya saing. Semakin tinggi kompetensi yang dimiliki perempuan, akan semakin unggul dalam menciptakan kemajuan,” ucap Khofifah.

Terakhir menurut dia, dalam mencapai kemajuan dibutuhkan pribadi yang tangguh. Perempuan yang tangguh harus memiliki karakter yang kuat. Untuk itu penguatan karakter menjadi penting.

”Terutama bagaimana perempuan bisa memimpin, bisa mengatur dan menciptakan manajemen yang baik dalam bidang yang dikuasai,” kata Khofifah.

Khofifah optimistis seluruh perempuan di Jatim dan Indonesia akan mampu menciptakan kemajuan dan bekal intelektual dan karakter.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore