Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Februari 2024 | 17.35 WIB

Banjir di Jalan Pantura Karanganyar Demak Sebabkan Kemacetan Parah, Sopir Truk Berkeluh Kesah

Sejumlah mobil terjebak banjir di selatan Jembatan Tanggulangin saat akan menuju Demak pada Kamis (8/2). (Galih Erlambang W/Radar Kudus) - Image

Sejumlah mobil terjebak banjir di selatan Jembatan Tanggulangin saat akan menuju Demak pada Kamis (8/2). (Galih Erlambang W/Radar Kudus)

JawaPos.com – Kondisi Jalan Pantura Kudus-Semarang di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Jati, Kudus mengalami kemacetan parah pada Kamis (8/2).

Hal itu terjadi karena imbas dari meluapnya Sungai Wulan di Kecamatan Gajah dan Karanganyar, Kabupaten Demak yang menggenangi Jalan Pantura Karanganyar-Gajah, Demak.

Kemacetan tersebut terjadi mulai pukul 10.00 WIB dan panjang kendaraan mengular hingga sekitar satu kilometer.

Dikutip dari Radar Kudus, titik kemacetan mulai dari perbatasan Kabupaten Kudus-Demak hingga di sekitar Terminal Jati, Kudus.

Rekayasa lalu lintas atau kontra flow pun dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan, yaitu dengan mengalihkan kendaraan dari arah Kudus menuju Semarang ke atas Jembatan Tanggulangin.

Jalur tersebut diperuntukkan untuk kendaraan dari Kudus menuju Semarang serta dari Semarang menuju Kudus.

Sementara itu, terpantau kondisi genangan terjadi di pintu masuk Kabupaten Demak setelah Jembatan Tanggulangin.

Para pengemudi kendaraan roda empat harus berjalan menepi ke kiri jalan untuk menghindari genangan setinggi sekitar 30 sentimeter.

Danang, salah satu sopir truk menyatakan jika dirinya telah terjebak kemacetan hingga 30 menit untuk keluar dari Kudus.

“Ini saya mau ke Semarang mengantar barang,” ungkapnya.

Supir truk yang terjebak macet di sekitaran Dukuh Tanggulangin, Kudus menuju Demak hanya bisa pasrah.

Mereka sampai harus menahan lapar lantaran belum makan siang.

Zaenal, sopir truk lainnya mengaku jika ia sudah terjebak di Kecamatan Karanganyar, Demak sekitar tujuh jam.

Karena kondisi jalan saat itu sudah terendam hampir mencapai 1,5 meter, truk yang dikendarainya tidak bisa melintas menerjang banjir.

“Ya hanya bisa pasrah. Warung nggak ada, belum makan siang. Cari nasi susah. Hanya minum air putih,” keluhnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore