Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Mei 2023 | 03.36 WIB

Tiga Helikopter Dikerahkan Untuk Atasi Kebakaran Hutan-Lahan di Riau

Helikopter BNPB digunakan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. - Image

Helikopter BNPB digunakan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

JawaPos.com–Pemerintah mengerahkan tiga helikopter untuk mendukung upaya mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Riau. Helikopter tersebut digunakan untuk mendukung operasi penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan melakukan pengeboman air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau M. Edy Afrizal menyampaikan, dalam penerapan TMC, setiap sekali penyemaian sekitar 800 sampai 1.000 kg garam ditebar di langit Riau. Operasi TMC dilakukan di wilayah kabupaten/kota yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan seperti Indragiri Hilir, Bengkalis, Dumai, dan Rokan Hilir.

”Operasi pengeboman air menggunakan helikopter, dilakukan di daerah-daerah yang sudah mengalami kebakaran hutan dan lahan. Beberapa hari ini, tim udara beroperasi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Lahan yang terbakar tidak luas, tapi perlu pendinginan agar tidak terjadi kebakaran yang luas,” kata Edy Afrizal seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, tiga helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah digerakkan ke Pulau Rupat untuk membantu pemadaman kebakaran lahan. Selain melakukan operasi pengeboman air dan penerapan TMC, pemerintah menggiatkan patroli rutin di daerah-daerah yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Patroli rutin intensif ditujukan untuk mempercepat pendeteksian dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mencatat, sejak awal Januari hingga 20 Mei sudah terjadi sebanyak 20 kasus kebakaran lahan total luas yang terbakar mencapai 10,8 hektare.

”Jadi dari rentang waktu Januari sampai dengan 20 Mei, itu sudah terjadi 20 kali kebakaran lahan dengan total lahan yang terbakar 10,8 hektare,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Pekanbaru Zarman Candra.

Dia mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Apalagi saat ini Provinsi Riau memasuki cuaca ekstrem dengan suhu cukup panas. ”Ini terus kita sosialisasikan kepada warga, jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Karena dengan suhu cuaca yang cukup panas, dikhawatirkan kebakaran bisa meluas,” tutur Zarman Candra.

Berdasar data BPBD Riau hingga Mei, karhutla di Riau tercatat seluas 430,46 ha. Wilayah yang paling luas karhutla yakni Kabupaten Bengkalis seluas 175,46 hektar, kemudian Kota Dumai 98,97 ha, serta Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) seluas 43,50 ha. Selanjutnya Kabupaten Pelalawan 31,18 ha, Siak 13,95 ha, Rohil 38 ha, Pekanbaru 10,18 ha, Kampar 7 ha, Inhu 2,15 ha, dan Kabupaten Meranti 9,75 ha. Hanya Kabupaten Kuansing dan Rokan Hulu yang nihil karhuta.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore