Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Desember 2022 | 14.46 WIB

Jadi Korban Perampokan, Kekayaan Wali Kota Blitar Kalah dengan Wawali

Wali Kota Blitar Santoso. Dok JawaPos - Image

Wali Kota Blitar Santoso. Dok JawaPos

JawaPos.com- Pelaku perampokan dan penyepakan terhadap Wali Kota Blitar Santoso beserta istri di rumah dinas pada Senin (12/12) dini hari, sejauh ini belum berhasil dibekuk. Polres Blitar Kota dibantu Polda Jatim masih terus melakukan pengusutan. Mulai memeriksa barang bukti, meminta keterangan para saksi hingga identifikasi pelaku.


Dari hasil pemeriksaan petugas, sejumlah perhiasan dan uang tunai Rp 400 juta milik korban digasak perampok. Kawanan pelaku diperkirakan ada sebanyak 4-5 orang. Saat beraksi, mereka disebut membekali diri dengan senjata tajam sejenis parang. 


Lantas, berapa sebetulnya kekayaan Wali Kota Santoso yang menjadi korban perampokan itu? Dari data yang diumumkan KPU Kota Blitar No.1146.PL.02.2-Pu/3572/KPU-Kot/XII/2020, tertanggal 6 Desember 2020 lalu, Laporan Harta Kekayaan Pejabat/Pribadi Negara (LHKPN) Santoso senilai Rp 1,973 miliar.


Jumlah kekayaan itu mengacu laporan tertanggal 7 Pebruari 2020. Saat itu, Santoso menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) Wali Kota Blitar. Adapun perincian LHKPN Santoso, harta terbanyak kas atau setara kas mencapai Rp 1,273 miliar.


Selain itu, Santoso juga memiliki 2 (dua) unit rumah dan 1 (satu) bidang tanah di Blitar dengan nilai Rp 600 juta. Ada juga sebuah mobil Honda Jazz senilai Rp 100 juta.


Dibandingkan dengan Wakil Wali Kota (Wawali) Blitar Tjutjuk Sunario, kekayaan Santoso kalah besar. Dari data yang juga diumumkan KPU menjelang pelaksanaan Pilwali Kota Blitar 2020, total kekayaan Tjutjuk mencapai Rp 46,22 miliar.


Sesuai data LHKPN yang disampaikan pada 18 Agustus 2020, tertulis harta terbanyak Tjutjuk berupa tanah dan bangunan. Ada 6 bidang tanah dan bangunan di Kota Surabaya dan Sidoarjo, dengan nilai Rp 35 miliar.


Lalu, harta kas atau setara kas sebesar Rp 9,799 miliar dan harta berupa alat transportasi dan mesin. Yakni, 3 unit mobil Toyota Yaris, Innova, dan Fortuner senilai Rp 855 juta. Ditambah harta lain dan dikurangi utang, total harta kekayaan Tjutjuk tertulis Rp 46,22 miliar.


Tidak Ganggu Aktivitas di Pemkot


Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono memastikan agenda kedinasan tetap berjalan normal. Selama Wali Kota menjalani pemeriksaan aparat kepolisian, tugas kedinasan orang nomor satu di lingkup pemkot itu digantikan Wawali dan Sekda.


“Ya, saya dan Pak Wawali tetap bertugas seperti biasa. Insyaallah semua kegiatan kedinasan berjalan normal,” ujarnya seperti dilansir Jawa Pos Radar Tulungagung (13/12).


Sekda menyatakan, pascaperampokan, kondisi Wali Kota sehat. Tidak ada luka fisik akibat serangan dari perampok. ”Mohon doanya, semoga Bapak Wali Kota dan Ibu tabah, tawakal, dan sabar menghadapi kejadian ini. Tetap sehat dan tidak alami trauma yang berarti,” ungkap Priyo.


Rumah dinas Wali Kota Blitar yang menjadi TKP perampokan terletak di Jalan Soedanco Supriadi. Berdekatan dengan Masjid Syuhada’ Haji yang berada di sisi barat. Di sisi selatan, ada Taman Kebonrojo. Lokasi rumah dinas dengan Mapolres Blitar Kota juga tidak terlalu jauh. Jaraknya hanya terpaut sekitar 500 meter saja.


Selama ini, rumah dinas Wali Kota Blita telah dilengkapi kamera pengintai alias CCTV di berbagai titik. Namun, kamera CCTV di kompleks rumah dinas diketahui tidak berfungsi pascaperampokan.


Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika (Diskominfotik) Kota Blitar Mujianto mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah CCTV yang terpasang di rumah dinas Wali Kota.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore