
Photo
JawaPos.com - “Anakku iki urip nemu nyowo (anakku ini hidup karena menemukan nyawa)." Begitu kata Nafiza Zaqiatul, ibu dari Nur Saguwanto, 19, salah satu korban selamat dari Tragedi Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10) lalu. Sambil menghela napas lega, Nafiza menatap ke arah anaknya.
“Aan (panggilan Nur, Red) iki wes gak tak olehi budal nonton pertandingan. Pas budal, aku ngomong wes ojok budal mengko keidek-idek (Aan sudah tidak saya perbolehkan berangkat menonton pertandingan. Saat berangkat saya bilang sudah jangan berangkat nanti terinjak-injak),” tutur Nafiza.
Perkataan itu hanya diungkapkannya untuk meminta Aan supaya tidak berangkat. Tidak ada doa atau niat buruk dari apa yang dikatakannya.
“Saya menyesal ngomong begitu. Padahal ngomongnya cuma supaya Aan nggak berangkat. Soalnya kan pertandingan lawan Persebaya. Kalau sama Persebaya, walaupun nggak ada Bonek ya tetap saja berbahaya,” ujarnya.
Nafiza tak pernah membayangkan putra sulungnya itu bakal menjadi korban dari tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Nafiza justru tak mengetahui ada kerusuhan di stadion yang berjarak kurang dari 1 km dari rumahnya tersebut.
“Aan berangkat malam. Habis tahlilan di rumah tetangga. Jam 12 biasanya sudah pulang. Ini nggak pulang-pulang. Saya justru tahu ada rame-rame (kerusuhan) di status WhatsApp teman saya,” tutur Nafiza.
Ia lalu membangunkan suaminya dan meminta mencari Aan. Hatinya mencelos (sedih) ketika mengetahui Aan tak ada di Stadion Kanjuruhan.
Suaminya baru menemukan Aan pagi hari di rumah sakit. Kepada ibunya, Aan mengatakan bahwa dia tak sadar selama kerusuhan terjadi.
“Saya bisa bilang nemu nyowo, soalnya dia bisa saja kenapa-kenapa dan nggak onok (meninggal), tapi Allah bikin Aan nggak sadar (pingsan) lalu ditolong orang. Sekarang tinggal penyembuhan,” papar Nafiza penuh syukur.
Saat ditemukan, kaki Aan bengkak dan matanya merah. Bibir Aan juga menghitam dan bengkak.
Kata Aan, bibir bengkak dan kakinya yang sakit itu akibat kondisi di dalam stadion. Sebab saat tembakan gas air mata pertama, ia langsung tak sadarkan diri.
“Aku cuma ingat ada suara perempuan. Dia bilang “mas ayo mas!” begitu,” kata Aan yang baru lulus SMA.
Suara perempuan itu sering muncul di mimpinya. Namun, karena tak sadar, ia tak tahu siapa perempuan yang menyelamatkan hidupnya.
“Sekarang alhamdulillah tinggal penyembuhan. Merah di mata tinggal sedikit. Kemarin kan masih merah darah gitu warnanya. Tapi kata dokter bukan karena pembuluh darah yang pecah. Cuma ada zat asing masuk mata. Kalau kaki tinggal istirahat saja. Belum bisa jalan jauh. Jadi rajin kontrol tiap seminggu sekali,” tutup Nafiza.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
