Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Agustus 2022 | 22.18 WIB

Ekshibisi Makanan Jadi Ajang Pengenalan Jajan Tradisional

Pengunjung mencicipi makanan dan kudapan di salah satu booth JIFHEX 2022. Istimewa - Image

Pengunjung mencicipi makanan dan kudapan di salah satu booth JIFHEX 2022. Istimewa

JawaPos.com–Pasca pandemi, ekshibisi menjadi salah satu acara yang mulai digiatkan. Ekshibisi dinilai menjadi momen untuk mengenalkan beberapa produk termasuk makanan tradisional.

Indonesian Chef Association (ICA) Badan Pengurus Cabang (BPC) Bantul, Sabtu (6/8), menggelar Jogja International Food and Hospitality Expo (JIFHEX) 2022, di Jogja Expo Centre. Acara itu mengenalkan Legomoro dan Kue Ku. Kedua makanan tradisional, kudapan lama khas Indonesia, itu mulai terlupa.

Ketua ICA BPC Bantul Dodik Prakoso Eko Hery Suwandojo menjelaskan, kudapan tradisional yang didemontrasikan merupakan makanan khas Nusantara. Kedua makanan itu, sarat dengan nilai budaya dan makna filosofi.

Legomoro merupakan kudapan atau kue tradisional khas Jogja. Berbahan beras ketan putih yang diisi daging sapi atau daging ayam. Dodik menjelaskan, Legomoro tak jauh berbeda dengan lemper. Daging dan ketan dibalut daun pisang. Perbedaannya adalah cara membungkusnya.

"Kalau lemper biasanya menggunakan daun pisang dan disemat lidi di sisi kanan dan kiri. Beda dengan Legomoro, menggunakan daun pisang yang diikat dengan tali bambu secara unik. Ada yang menggunakan ikatan dua tali dan tiga tali," terang Dodik, Kamis (11/8).

"Legomoro sebagai kudapan atau kue tradisional memiliki makna filosofi yang sangat mendalam bagi masyarakat Jawa khususnya di Jogja," tambah dia.

Menurut dia, saat ini keberadaan Legomoro sudah sulit ditemukan. Legomoro biasa disajikan pada perhelatan acara khusus. Salah satunya pernikahan.

"Biasanya kue ini dipergunakan sebagai hantaran dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan," ujar Dodik.

Dia menjelaskan, makna filosofi yang terkandung di dalam kudapan atau kue Legomoro itu sesuai dengan namanya yaitu lego yang berarti lega dan moro yang berarti datang. "Sehingga makna filosofi yang dimaksud adalah hati yang lega karena sudah datang berkunjung ke mempelai perempuan dan pihak perempuan menyambut dan menerima dengan ikhlas pula,” papar Dodik.

Kudapan berikutnya yang didemonstrasikan dalam acara itu adalah Kue Ku. Kudapan tersebut merupakan kue tradisional Indonesia yang merupakan makanan kudapan peranakan Tionghoa.

"Kue Ku sangat popular dan sudah ada sejak lama di Indonesia. Kudapan ini merupakan sebutan singkat dari Kue Angku," jelas Dodik.

Kue tersebut terbuat dari tepung ketan dengan isi yang umumnya kumbu kacang hijau manis atau kumbu kacang merah. Bentuknya mirip kura-kura, bulat lonjong. Sehingga ada juga yang menyebutnya sebagai kue kura-kura.

"Dalam dialek Hokkian, Kue Angku berarti Kura-Kura Merah. Di dalam budaya Tionghoa, merah bermakna keberuntungan dan kegembiraan. Sedangkan kura-kura perlambang panjang umur, kekuatan, dan keuletan,” papar Dodik.

Kura-kura, lanjut dia, merupakan salah satu hewan yang memiliki usia panjang di dunia, bisa mencapai ratusan tahun. Dalam kepercayaan Tionghoa, bentuk Kue Angku, kue yang mirip dengan tempurung kura-kura, diyakini akan memberikan umur panjang.

Ekshibisi itu disebut sebagai upaya mendukung kemajuan industri horeca (hotel, restoran, dan kafe) yang sempat mengalami banyak disrupsi dan tantangan saat masa pandemi Covid-19.

Natasya Vania, Marcom PT Indorich Expo Utama menjelaskan, industri horeca mengalami banyak tantangan dari segi operasional hingga cashflow. "Adanya pergeseran ini memberikan beberapa nuansa baru dalam tren industri F&B ke depannya. Seperti tren konsumsi bisnis rumahan/lokal, adanya kaum muda yang memiliki ketertarikan untuk memasak sendiri, Healthy & Safety Food yang menjadi perhatian utama, bisnis-bisnis yang harus beradaptasi dengan sistem cashless, cloud kitchen, dan jasa antar makanan," papar Natasya Vania.

Jogja International Food and Hospitality Expo (JIFHEX) 2022, kata dia, hadir sebagai salah satu kesempatan untuk mengembangkan pasar bagi pengusaha atau pelaku bisnis. Selain itu, mendorong ekonomi masyarakat Indonesia khususnya di bidang hotel, restoran, dan kafe.

 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore