
Salah satu persoalan yang dikeluhkan nelayan Kluwut adalah terlalu dangkalnya sungai yang menjorok ke laut sehingga menyulitkan perahu-perahu mereka untuk melaut
JawaPos.com - Kebijakan tepat sasaran yang mempercepat kesejahteraan nelayan harus diperjuangkan di parlemen nanti. Hal itu ditegaskan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo saat mendengarkan harapan kelompok nelayan di Tempat Pelelangan Ikan Kluwut, Brebes, Jawa Tengah.
"Kita berjuang meningkatkan kesejahteraan nelayan, melalui kebijakan yang tepat sasaran. Penghasilan mereka harus terus naik, tidak boleh turun atau sama, sementara biaya hidup makin naik," jelas Hary, Jumat (29/3).
Salah satu persoalan yang dikeluhkan nelayan Kluwut adalah terlalu dangkalnya sungai yang menjorok ke laut sehingga menyulitkan perahu-perahu mereka untuk melaut. Selain itu, tentang sedikitnya hasil tangkapan akibat minimnya peralatan yang mereka miliki.
Saat ini, nelayan Kluwut masih tradisional, yaitu dengan menggunakan alat seadanya untuk melaut. “Tadi saya tanya permasalahannya apa, misalnya sungainya dangkal, itu harus dibantu dikeruk. Terus masalah perizinan, perlengkapan, peralatannya,” tuturnya.
Bagi pria asal Surabaya itu, para nelayan tak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki, mereka akan sulit maju bila tidak dibantu.
Menurutnya, dibutuhkan kebijakan dengan perlakuan khusus, sehingga mereka punya kesempatan untuk maju, antara lain kemudahan akses dana murah, pelatihan dan proteksi.
Nelayan, lanjut Hary, harus bisa menciptakan nilai tambah dari hasil tangkapannya. Jika selama ini dijual mentah, ke depan harus diolah menjadi produk yang harganya lebih tinggi.
Misalnya, ikan dijadikan kerupuk, ikan kalengan, dan pempek. Atau udang yang bisa diolah menjadi terasi, juga kerupuk.
“Kita ciptakan kegiatan yang menciptakan nilai tambah. Jadi, menambah lapangan pekerjaan, nilai jual lebih mahal, sehingga itu bisa menjadi tambahan penghasilan mereka,” kata Hary.
Pria yang telah memberikan kuliah umum di lebih dari 200 perguruan tinggi se-Indonesia itu menambahkan, pihaknya akan berkonsentrasi membuat beberapa kawasan percontohan bagaimana membangun masyarakat yang produktif.
Bukan hanya nelayan, tetapi juga membangun produktivitas dan kesejahteraan petani, UMKM, dan masyarakat yang ketinggalan. “Kita bina kelompok-kelompok masyarakat, membangun produktivitas mereka, membangun kesejahteraannya,” kata Hary.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
