Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 November 2018 | 02.55 WIB

Belajar dari Kampung Kapitan, Kampung Pecinan Pertama di Palembang

SEJARAH: Kondisi Kampung Kapitan tempat wisata di Kota Palembang. - Image

SEJARAH: Kondisi Kampung Kapitan tempat wisata di Kota Palembang.

JawaPos.com - Kampung Kapitan menjadi salah satu tempat wisata di Kota Palembang yang bernilai sejarah. Selain terletak di pinggir Sungai Musi, Kampung Kapitan merupakan kampung pecinan pertama di Kota Palembang yang hadir sejak Dinasti Ming atau abad ke XIV.


Hal ini tentunya menarik perhatian wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.Tercatat dalam sebulan pengunjung tempat sejarah khususnya kalangan Tonghoa ini mencapai hingga 400 wisatawan.


Pengurus Kampung Kapitan, Mulyadi Tjoa mengatakan jika kampung kapitan ini masuk dalam cagar budaya yang harus dilindungi pada tahun 2008 oleh pemerintah pusat. Sejak saat itu, kampung pencinan ini terus digaungkan oleh pemerintah daerah. "Dalam sebulan itu pengunjungnya bisa mencapai 400 wisatawan," katanya saat ditemui, Minggu (11/11).


Pengunjung yang datang kebanyakan ingin tahu sejarah dari rumah tua berada di Kampung Kapitan ini.
Menurutnya, jumlah 400 wisatawan ini meningkat pesat pada saat perhelatan Asian Games pada Agustus lalu. Dimana tercatat dalam sebulan hampir mencapai 1.000 wisatawan yang berkunjung baik dari Jakarta, Malaysia, Iran, Pakistan, Korea, dan Cina Hongkong


"Selama Asian Games ini memang sangat banyak pengunjungnya karena memang wisata ini sangat bernilai sejarah," ujarnya.


Untuk satu kali kunjungan, ia mengaku tidak mematok harga atau sukarela para wisatawan. Terkadang pengunjung membayar Rp 5 ribu untuk satu orang. Bahkan, terkadang pengunjung tidak memberikan uang.


Uang ini kemudian digunakan untuk biaya perawatan tempat wisata itu sendiri. Mengingat, sejauh ini dana perawatan hanya mengandalkan dana dari pemerintah pusat. "Untuk dana pemerintah daerah itu tidak ada hanya saja membantu dalam upaya promosi," ujarnya


Meskipun begitu, dirinya tetap berterima kasih dengan adanya upaya promosi dari Pemerintah daerah maka sejarah dari kampung ini tidak lenyap seiring berkembangnya zaman. "Semoga sejarah kampung kapitan ini terus dikenang hingga generasi seterusnya," singkat Mulyadi.


Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani menilai jika Kampung Kapitan salah satu tempat wisata yang telah siap untuk ditawarkan kepada wisatawan sehingga pihaknya pun terus gencar mempromosikan kampung ini agar lebih dikenal terutama di Mancanegara.


Menurutnya, selama perhelatan Asian Games beberapa tempat wisata menjadi idola salah satunya Kampung Kapitan karena kebanyakan wisatawan berkunjung tempat yang bernilai sejarah. "Ke depan kami akan terus berupaya mempromosikan tempat wisata yang sudah siap serta memperbanyak kembali tempat wisata yang mampu menarik para wisatawan," tutupnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore