Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Oktober 2018 | 20.58 WIB

Gempa Situbondo Diduga Akibat Aktivitas Terusan Sesar Kendeng

Aparat kepolisian dan TNI membantu salah satu rumah yang abruk akibat dampak gempa bumi di Sumberejo, Pondokrejo, Tumpurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (11/10). - Image

Aparat kepolisian dan TNI membantu salah satu rumah yang abruk akibat dampak gempa bumi di Sumberejo, Pondokrejo, Tumpurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (11/10).


Saat gempa yang terjadi pukul 01.44 itu, pasutri tersebut sedang tidur di rumah bersama Putri, 11, anaknya. "Saya bangun, lalu istri dan anak saya bangunkan, kami lari keluar rumah," terang Sugeng kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.


Ketika berada di depan pintu, tembok rumahnya mulai goyang. Tangan istrinya langsung ditarik untuk kembali masuk ke rumah. "Getaran gempa cukup keras, tembok samping ambruk," terangnya. Tembok itu menimpa mobil Honda Civic dan motor yang parkir di sana.


Guncangan dahsyat juga dirasakan di Sampang. Di RSUD dr Mohammad Zyn, Sampang, gempa membuat pasien dan keluarga pasien panik. Sebanyak 101 pasien berhamburan keluar dari ruangan. Beberapa di antara mereka meneriakkan takbir dan berdoa.


Sejumlah petugas piket dibantu satpam membantu evakuasi pasien yang memaksa keluar ruangan. Sebagian juga ditenangkan supaya tidak beranjak. "Tidak ada korban jiwa dan kerusakan akibat gempa," kata Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Titin Hamidah kepada Jawa Pos Radar Sampang.


Hodar adalah satu di antara ratusan pasien yang sedang dirawat. Saat itu dia sedang menjalani perawatan di lantai 2 Ruang Dahlia III. "Ranjang saya tiba-tiba bergoyang. Saya mendengar teriakan gempa. Saya panik dan meminta keluarga untuk membawa saya keluar," katanya.


Pria 40 tahun asal Desa Pandiyangan itu tidak sempat lagi memikirkan jarum infus yang menancap di tangan kirinya. Yang ada dalam pikirannya hanya segera keluar dari ruangan.


Hodar mengaku trauma melihat kejadian di Palu yang menelan banyak korban. Karena itu, dia dibawa lari ke halaman rumah sakit degan menggunakan kursi roda. Jarum infus di tangannya sempat lepas dan mengeluarkan darah akibat gerakan ketika lari turun dari lantai 2.


Guncangan juga terasa di Jember. Plt Kepala Bagian Humas Pemkab Jember Herwan Agus Darmanto mengatakan, berdasar informasi yang dihimpun dari laporan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), gempa tersebut berdampak di enam kecamatan. Mayoritas berada di wilayah pegunungan. Enam kecamatan itu adalah Arjasa, Sukorambi, Mumbulsari, Kaliwates, Tempurejo, dan Patrang.


"Teman-teman muspika di tingkat kecamatan juga terus menyisir untuk mengumpulkan informasi," katanya seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Jember.


Sementara itu, Gubernur Soekarwo kemarin meninjau Pulau Sapudi, Sumenep, yang menjadi daerah dengan kerusakan terparah. Dia menjelaskan, berdasar hasil rapat dengan jajaran forpimda dan tim bencana daerah, seluruh dampak bencana ditangani provinsi. "Itu sudah protap (prosedur tetap) kita. Sejak (letusan gunung) Kelud, (bencana longsor) Ponorogo, maupun Pacitan," kata Soekarwo.


Pemprov bekerja sama dengan polisi dan TNI untuk merekonstruksi rumah warga yang rusak. Perbaikan tersebut dijadwalkan dimulai hari ini. Pemprov menargetkan, rehabilitasi selesai maksimal tiga pekan. "Mulai besok, material dan tim sudah bisa dikirim," katanya.


Dia memastikan, anggaran saat ini masih bisa memenuhi kebutuhan. "Kalaupun kurang, nanti bisa diambilkan melalui proses mendahului anggaran," katanya.


Soekarwo memantau korban gempa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman. Rombongan berangkat dengan menggunakan helikopter. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore