
ILUSTRASI. Bunuh diri (bundir) dengan cara gantung diri. Games
Kepada orang tua, lanjut dia, agar tetap memberikan pendampingan positif untuk anak-anak. Berikan pendampingan dengan cara pengertian. Karena dasar pendikar adalah rumah tangga.
"Kalau orangtua tidak tentu rudu bagaimana anak mau benar," tukasnya.
Senada, psikolog klinis Kalbar, Maria Nafaola menuturkan, dari artikel yang telah dia baca tentang Blue Whale Challenge, kebanyakan memberi efek negatif. Tantangan yang berefek sampai merusak diri sendiri adalah perbuatan yang tidak baik.
"Beda kalau hanya sekadar challenge yang hanya sekedar menulis atau menggambar di tangan orang lain. Itu masih masuk akal,” tuturnya.
Maria memandang harus ada tindakan tegas dari pihak keamanan untuk meredam hal semacam ini. Bahkan harus mencari tahu siapa kurator di balik Blue Whale Challenge. Apakah kurator ini bermental sehat atau tidak.
"Kita harus berhati-hati. Jangan sampai kurator ini memberikan efek negatif karena mentalnya tidak sehat," ujarnya.
Parahnya lagi, orang-orang yang ikut dalam challenge ini diwajibkan untuk menonton video yang sifatnya melukai diri dan menyeramkan. Sehingga dapat membuat mental seseorang menjadi rusak.
"Sebagai orang dewasa harus mensosialisasikan ke orang tua dan anak-anak bahwa aktifitas ini tidak baik untuk mental," saran dia.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh orang tua, agar mengingatkan anak mereka untuk tidak ikut blue whale challenge.
Bisa saja ini merupakan bentuk teror baru, yang mengarah untuk melukai orang lain. Karena ketika orang sudah mengikuti suatu arahan awalnya yang ringan-ringan akan berakhir ke tantangan berat.
"Intinya saya lihat tulisan dari luar negeri. Ini sangat tanda tanya. Ada apa dengan kurator ini? Apa maunya?," tandas Maria.
Seperti diketahui, dunia pendidikan Indonesia sempat digoyang kekhawatiran beberapa waktu lalu. Efek negatif media sosial dikabarkan telah menerpa sejumlah siswa di Surabaya.
Mereka dengan mudahnya terpengaruh dan mengikuti permainan Blue Whale Challenge atau tantangan paus biru. Di luar negeri tantangan ini sebagai salah satu jalan bagi remaja untuk mengakhiri hidupnya.
Tentu fenomena ini membuat prihatin semua pihak, baik guru hingga orang tua. Menyusul adanya adanya siswa siswi yang rela menyakiti tubuh sendiri dengan silet. Mereka merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di kawasan Dukuh Pakis.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
