Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 September 2018 | 12.30 WIB

Bahayanya Blue Whale Challenge, Permainan yang Mendorong Bunuh Diri

ILUSTRASI. Bunuh diri (bundir) dengan cara gantung diri. Games - Image

ILUSTRASI. Bunuh diri (bundir) dengan cara gantung diri. Games


Kepada orang tua, lanjut dia, agar tetap memberikan pendampingan positif untuk anak-anak. Berikan pendampingan dengan cara pengertian. Karena dasar pendikar adalah rumah tangga.


"Kalau orangtua tidak tentu rudu bagaimana anak mau benar," tukasnya.


Senada, psikolog klinis Kalbar, Maria Nafaola menuturkan, dari artikel yang telah dia baca tentang Blue Whale Challenge, kebanyakan memberi efek negatif. Tantangan yang berefek sampai merusak diri sendiri adalah perbuatan yang tidak baik.


"Beda kalau hanya sekadar challenge yang hanya sekedar menulis atau menggambar di tangan orang lain. Itu masih masuk akal,” tuturnya.


Maria memandang harus ada tindakan tegas dari pihak keamanan untuk meredam hal semacam ini. Bahkan harus mencari tahu siapa kurator di balik Blue Whale Challenge. Apakah kurator ini bermental sehat atau tidak.


"Kita harus berhati-hati. Jangan sampai kurator ini memberikan efek negatif karena mentalnya tidak sehat," ujarnya.


Parahnya lagi, orang-orang yang ikut dalam challenge ini diwajibkan untuk menonton video yang sifatnya melukai diri dan menyeramkan. Sehingga dapat membuat mental seseorang menjadi rusak.


"Sebagai orang dewasa harus mensosialisasikan ke orang tua dan anak-anak bahwa aktifitas ini tidak baik untuk mental," saran dia.


Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh orang tua, agar mengingatkan anak mereka untuk tidak ikut blue whale challenge.


Bisa saja ini merupakan bentuk teror baru, yang mengarah untuk melukai orang lain. Karena ketika orang sudah mengikuti suatu arahan awalnya yang ringan-ringan akan berakhir ke tantangan berat.


"Intinya saya lihat tulisan dari luar negeri. Ini sangat tanda tanya. Ada apa dengan kurator ini? Apa maunya?," tandas Maria.


Seperti diketahui, dunia pendidikan Indonesia sempat digoyang kekhawatiran beberapa waktu lalu. Efek negatif media sosial dikabarkan telah menerpa sejumlah siswa di Surabaya.


Mereka dengan mudahnya terpengaruh dan mengikuti permainan Blue Whale Challenge atau tantangan paus biru. Di luar negeri tantangan ini sebagai salah satu jalan bagi remaja untuk mengakhiri hidupnya.


Tentu fenomena ini membuat prihatin semua pihak, baik guru hingga orang tua. Menyusul adanya adanya siswa siswi yang rela menyakiti tubuh sendiri dengan silet. Mereka merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di kawasan Dukuh Pakis.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore