
ILUSTRASI: Rupiah.
JawaPos.com - Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak pada komoditi karet. Terbukti dalam beberapa hari terakhir, harga karet merosot.
Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan (Sumsel) Alex K Eddy mengatakan, naiknya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tidak seiring dengan harga karet internasional. Justru sebaliknya, harga karet cenderung turun.
Minggu lalu, harga karet masih di level US$ 1,34 per kilogram. Sedangkan untuk Rabu (5/9) kemarin, harga karet turun menjadi US$ 1,31 per kilogram. "Jadi melemahnya nilai tukar rupiah ini hanya menguntungkan bagi eksportir," kata Alex saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (6/9).
Menurutnya, ini tugas pemerintah bersama negara-negara penghasil karet lainnya untuk bersama mencari solusi keseimbangan pasar. Sehingga dapat meningkatkan harga jual karet ditingkat internasional.
Gapkindo berharap harga karet bergerak naik ke level US$ 1,8 hingga US$ 2 per kilogram. "Dengan harga ini, maka petani akan mendapatkan harga yang layak," ucap Alex.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
