
ILUSTRASI: Bencana kekeringan di Jawa Tengah semakin parah
JawaPos.com - Bencana kekeringan di Jawa Tengah kian menjadi sejak diprediksi awal bulan Juli 2018 lalu. Hingga kini, Jumat (3/8), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatatkan delapan juta liter lebih air bersih terdistribusikan ke daerah terdampak.
Kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan, pihaknya telah mengirimkan sebanyak 1.770 tanki air bersih ke total 112 kecamatan dan 276 desa terdampak. Jumlah itu pun telah bertambah sejak penghitungan akhir bulan Juli 2018 lalu.
"Delapan juta liter lebih air sudah terkonsumsi untuk masyarakat. Ini tentunya di luar kebutuhan untuk area pertanian. Saya lihat di media, sudah mengalami kendala tadi pertanian tembakau, kurang air bersih," ujar Sarwa saat dijumpai di kantornya, Semarang, Jumat (3/8).
Pengiriman air bersih ini, lanjut Sarwa, masih menjadi prioritas dari upaya penanggulangan bencana ini. Beberapa langkah yang sudah dilakukan adalah meminjamkan mobil tanki air eksbakorwil ke seluruh kabupaten yang membutuhkan guna percepatan distribusi.
"Harapan kami untuk masyarakat yang berdomisili di daerah pegunungan. Ini sangat menyulitkan betul untuk kebutuhan air bersihnya. Karena cuaca ekstrim untuk cuaca kemarau ini juga lumayan tinggi, terutama dari BMKG sudah merilis, ada daerah-daerah yang kemaraunya lebih panjang," terangnya lebar.
Sarwa menegaskan, pihaknya juga bakal mengangkat sumber mata air yang ada sebagai solusi atas bencana ini ke depannya. Selain itu, BPBD masih menunggu dana siap pakai dari BNPB, lantaran selama mengandalakan APBD, meski masyarakat menurutnya juga sudah turun tangan.
"Prediksi saya ini akan lebih parah. Tapi tidak terlalu lama karena kategorinya kemarau basah. Kemarin di Kebumen sudah hujan kecil. Tapi khusus tahun ini, kemaraunya sangat ekstreme. Harapan kami September atau Oktober sudah ada yang hujan," tandasnya.
Sebelumnya, pada pendataan akhir bulan Juli 2018 lalu, tercatat hanya ada 93 Kecamatan dan 221 Desa di Jawa Tengah yang terdampak kekeringan. Berdasarkan data BPBD per Jumat (3/8), Kabupaten Grobogan menjadi yang terparah dengan 12 Kecamatan dan 37 Desa terdampak.
Kemudian disusul Kebumen dengan 11 Kecamatan dan 27 Desa terdampak. Diikuti Purworejo, Sragen, Cilacap, dan 16 Kabupaten/Kota lainnya yang pada kemarau tahun ini terkena bencana kekeringan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
