Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Juli 2018 | 22.13 WIB

Gempa Susulan di Lombok Terjadi 124 Kali

Salah satu bangunan yang rusak parah karena gempa di Lombok. - Image

Salah satu bangunan yang rusak parah karena gempa di Lombok.

JawaPos.com - Gempa susulan masih terjadi pasca gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter yang mengguncang Lombok, Minggu (29/7). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa susulan terjadi sebanyak 124 kali. 124 gempa susulan itu terjadi hingga pukul 14.00 WITA. Magnitude terbesar adalah 5,7 SR.


Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati meminta masyarakat untuk waspada terhadap ancaman gempa susulan. Meskipun dengan intensitas dan magnitude yang kecil. "Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tetap tenang dan jangan panik," ungkap Dwikorita, Minggu (29/7).


Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoaks yang menyebar pasca gempa. Hingga saat ini, kata dia, BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta.


"Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoaks, BMKG melalui akun Twitter @InfoBMKG akan terus menginformasikan perkembangan gempa," imbuh Dwikorita.


Lebih lanjut, Dwikorita menerangkan, hasil analisis BMKG bahwa, gempa bumi yang terjadi di Lombok, merupakan jenis gempabumi dangkal. Hal ini terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).


Guncangan gempa bumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI). Kemudian, di Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI).


Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.


Dia menegaskan, gempa yang mengguncang wilayah ini, tidak berpotensi tsunami. Dwikorita mengimbau, agar masyarakat tidak menempati bangunan yang kondisinya sudah rusak karena gempa.


"Sehubungan dengan masih adanya gempa-gempa susulan, masyarakat diimbau supaya tidak menempati bangunan-bangunan yang kondisinya sudah rusak akibat gempa utama. Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tandasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore