Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Juli 2018 | 14.50 WIB

Gelombang Tinggi, Nelayan Cirebon Enggan Melaut

PASRAH: Puluhan perahu nelayan bersandar di muara Sungai Kedungpaneh. Mereka hanya bisa pasrah saat cuaca buruk tiba, Kamis (5/7). - Image

PASRAH: Puluhan perahu nelayan bersandar di muara Sungai Kedungpaneh. Mereka hanya bisa pasrah saat cuaca buruk tiba, Kamis (5/7).

JawaPos.com - Gelombang tinggi disertai angin kencang membuat puluhan nelayan di Kampung Samadikun, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon memilih enggan melaut.


Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir ini, membuat nelayan pasrah dan tak mau ambil risiko bahaya ancaman gelombang tinggi dan angin kencang.


Kondisi demikian, hal ini membuat mereka terpaksa menganggur hingga cuaca benar-benar aman untuk berlayar. Nelayan kampung Samadikun, Darwis, 39, memilih menyandarkan perahunya di muara Sungai Kedungpaneh, Kelurahan Kesenden.


"Sudah sekitar tiga hari terakhir cuacanya tidak bersahabat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Jadi nggak mau melaut. Kalau pun berlayar, belum tentu tangkapan ikan banyak," ujarnya di bibir Sungai Kedungpaneh, Kamis (5/7).


Gelombang tinggi dan angin kencang bukan saja mengancam keselamatan para nelayan mencari ikan di laut. Menurutnya, gelombang tinggi membuat ikan berpindah ke tempat yang lebih dalam.


Sehingga apabila nelayan memaksakan berlayar mencari ikan, maka dipastikan tidak mendapat hasil tangkapan maksimal. Hal itu membuat nelayan terpaksa memutar otak mencari penghasilan lain selain mencari ikan.


"Sementara waktu ini kami menganggur. Kalau kondisinya begini (cuaca buruk), nelayan terpaksa cari kerja serabutan. Ada yang jual-jual harta benda untuk makan," paparnya.


Sementara sejak tiga hari terakhir, angin kencang dan panas menyengat terjadi wilayah pesisir Cirebon. Prakirawan cuaca BMKG Stasiun Jatiwangi Majalengka, Ahmad Faa Izyn menyebutkan angin kencang melanda daerah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.


Kecepatan angin mencapai 40 kilometer per jam. Dijelaskan, angin kencang berhembus dari arah Tenggara hingga Selatan atau dari belakang Gunung Ciremai hingga menurun.


“Dorongan angin arah Selatan dan Tenggara Gunung Ciremai menuju wilayah Ciayumajakuning cukup kencang. Ini akan terus terjadi beberapa hari ke depan," jelasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore