
PASRAH: Puluhan perahu nelayan bersandar di muara Sungai Kedungpaneh. Mereka hanya bisa pasrah saat cuaca buruk tiba, Kamis (5/7).
JawaPos.com - Gelombang tinggi disertai angin kencang membuat puluhan nelayan di Kampung Samadikun, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon memilih enggan melaut.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir ini, membuat nelayan pasrah dan tak mau ambil risiko bahaya ancaman gelombang tinggi dan angin kencang.
Kondisi demikian, hal ini membuat mereka terpaksa menganggur hingga cuaca benar-benar aman untuk berlayar. Nelayan kampung Samadikun, Darwis, 39, memilih menyandarkan perahunya di muara Sungai Kedungpaneh, Kelurahan Kesenden.
"Sudah sekitar tiga hari terakhir cuacanya tidak bersahabat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Jadi nggak mau melaut. Kalau pun berlayar, belum tentu tangkapan ikan banyak," ujarnya di bibir Sungai Kedungpaneh, Kamis (5/7).
Gelombang tinggi dan angin kencang bukan saja mengancam keselamatan para nelayan mencari ikan di laut. Menurutnya, gelombang tinggi membuat ikan berpindah ke tempat yang lebih dalam.
Sehingga apabila nelayan memaksakan berlayar mencari ikan, maka dipastikan tidak mendapat hasil tangkapan maksimal. Hal itu membuat nelayan terpaksa memutar otak mencari penghasilan lain selain mencari ikan.
"Sementara waktu ini kami menganggur. Kalau kondisinya begini (cuaca buruk), nelayan terpaksa cari kerja serabutan. Ada yang jual-jual harta benda untuk makan," paparnya.
Sementara sejak tiga hari terakhir, angin kencang dan panas menyengat terjadi wilayah pesisir Cirebon. Prakirawan cuaca BMKG Stasiun Jatiwangi Majalengka, Ahmad Faa Izyn menyebutkan angin kencang melanda daerah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Kecepatan angin mencapai 40 kilometer per jam. Dijelaskan, angin kencang berhembus dari arah Tenggara hingga Selatan atau dari belakang Gunung Ciremai hingga menurun.
“Dorongan angin arah Selatan dan Tenggara Gunung Ciremai menuju wilayah Ciayumajakuning cukup kencang. Ini akan terus terjadi beberapa hari ke depan," jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
