
RICUH: Massa protes dan menduduki Kantor KPU Taput lantaran diduga terjadi kecurangan.
JawaPos.com – Massa menduduki kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapanuli Utara (Taput), Kamis (28/6). Aksi tersebut dilakukan lantaran mereka menduga ada kecurangan dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018.
Aksi tersebut terjadi sejak Rabu (27/6) malam. Namun hingga Kamis (28/6) sore, sejumlah massa belum beranjak dari Kantor KPU Taput. Dalam aksinya, mereka meringsek masuk ke dalam kantor KPU dan melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas milik KPU.
Komisioner KPU Sumut Iskandar Zulkarnaen menyayangkan terjadinya aksi tersebut. Pihaknya mengaku heran dengan tindakan kepolisian yang membiarkan aksi perusakan tersebut.
"Kenapa massa bisa masuk ke KPU, ke ruangan-ruangan. Melakukan pengrusakan, kok gak ada tindakan. Padahal ada polisi di sana. Harusnya bisa bertindak tegas. Pak kapolda harus bisa menjelaskan ke masyarakat luas," katanya, Kamis (28/6).
Kericuhan tersebut, imbuhnya berawal dari isu liar yang beredar soal kecurangan pelaksanaan Pilbup. Saat penyerahan kotak suara dari tingkat KPPS ke PPK ada dugaan kecurangan di formulir C1. Sehingga kotak suara dibuka kembali meski sudah disegel.
Kotak itu pun dibuka karena formulir C1 yang berhologram belum dimasukkan ke dalam kotak bersama data rekapitulasi perolehan suara.
"Tiba-tiba isu itu beredar menjadi sebuah tudingan kecurangan. Dan tiba-tiba massa langsung datang dan menggeruduk kantor KPU Tapanuli Utara. C1-nya diambil dan dokumen-dokumen lainnya dirusak," ujarnya.
Soal kerusuhan itu sudah dilaporkan ke Polda Sumut. Iskandar meminta ada jaminan dari Kapolda atas anggota KPU yang berada di sana. "Kami meminta jaminan keselamatan rekan kami di KPU Taput," pungkasnya.
KPU Sumut secara lembaga kecewa atas terjadinya insiden kerusuhan itu. Mereka masih mempertanyakan kenapa pihak pengamanan seperti lepas tangan. Kondisi ini menurutnya menjadi indikasi lemahnya antisipasi terhadap potensi gangguan pilkada.
Untuk diketahui, Pilkada Taput diikuti tiga pasangan calon. Mereka yakni, Nikson Nababan (petahana)-Sarlandy Hutabarat, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat-Frengky P Simanjuntak, dan Chrismanto Lumbantobing-Hotman P Hutasoit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
