
Berbagai daerah memiliki tradisi sendiri dalam menyambut perayaan hari raya Idulfitri 1439 Hijriyah. Seperti halnya warga Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau. Mereka mengekspresikan kegembiraannya dengan pesta kembang api dan ili oguong.
JawaPos.com - Berbagai daerah memiliki tradisi sendiri dalam menyambut perayaan hari raya Idulfitri 1439 Hijriyah. Seperti halnya warga Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau. Mereka mengekspresikan kegembiraannya dengan pesta kembang api dan ili oguong.
Malam ini, Kamis (14/6), langit diwarnai dengan bunga kembang api. Biasanya, kembang api akan dinyalakan usai salat Magrib. Saat pemuda masjid saling mengumandangkan takbir. Terdengar suara takbir saling sahut menyahut dari satu masjid ke masjid yang lain.
Kembang api ini biasanya dinyalakan oleh anak-anak maupun mereka yang dewasa di lapangan dekat pemukiman mereka. Tapi untuk pusatnya sendiri berada di kawasan Jembatan Rantau Berangin.
Kebetulan pula, jembatan Rantau Berangin ini adalah salah satu jalur yang dilewati oleh pemudik dari Pekanbaru ke Sumatera Barat (Sumbar) ataupun sebaliknya. Arus mudik pun menjadi tersendat. Sehingga, aparat kepolisian setempat bergerak membubarkan kerumunan warga disana.
Meski telah dibubarkan petugas, namun tidak sedikit pun menyurutkan semangat mereka untuk kembali meletuskan kembang api. Mereka kemudian beralih lokasi ke tepian Sungai Kampar, tepatnya di Desa Pulau Terap, Kecamatan Kuok. Di sinilah perang kembang api terjadi. Mereka mengarahkan kembang api ke seberang sungai.
Begitu juga sebaliknya, warga seberang mengarahkan kembang api ke seberang Pulau Terap. "Di seberang juga ada yang main. Mereka arahkan ke kita. Tapi letusannya tidak sampai ke sini," kata Robi, 26, salah seorang warga yang bermain kembang api.
Saat warga saling berperang kembang api, di tengah Sungai Kampar lewatlah sampan hias. Di atas sampan tersebut duduk 10 orang di dalam sambil bermain musik tradisional calempong dan oguong. Dengan pengeras suara, terdengar juga lantunan suara takbir. "Ini namanya ili oguong," sebut Robi.
Biasanya, sampan yang dihiasi dengan lampu warna-warni ini akan hilir mudik di sungai saat kondisi masih gelap gulita. Tujuannya untuk penerangan. Saat sampan ini melintas, semua kembang api, mercun terbang, mengarahnya. Namun agar orang yang berada di dalam sampan tak terluka maka sebelumnya sampan ini telah dilapisi dengan jaring dari seng.
Meski terlindungi, bukan berarti orang yang ada di dalam sampan akan berdiam diri saja. Mereka malah membalas warga yang menyerang mereka dengan kembang api pula. Aktivitas ini akan berlangsung hingga subuh.
Salah seorang tokoh pemuda setempat bernama Saridal, 26, mengatakan, ili oguong ini sudah menjadi tradisi di Kuok, terutama di Pulau Terap. Ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Tujuannya, untuk perayaan Idulfitri. Dengan ili oguong mengumandangkan takbir yang berpadu musik tradisional. "Setiap malam takbiran di hari raya Idulfitri ada tradisi ini. Mungkin sudah ada sejak Indonesia merdeka," sebutnya.
Sementara pesta kembang api, imbuh Ridal, memang baru-baru ini diadakan. "Karena banyak warga yang antusias melihat ili oguong. Jadi untuk menambah kemeriahan diadakan perang kembang api. Mungkin sudah ada beberapa tahun yang lalu," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
