
Pengolahan tinja menjadi air bersih.
JawaPos.com - Sempat terpikir, apakah tinja yang merupakan adalah zat pembuangan akhir makhluk hidup bisa diolah menjadi air bersih? Ternyata itu mungkin. Dengan Andritech System, tinja benar-benar digunakan menjadi air bersih.
Teknologi ini dikembangkan oleh Andri Oba, yang merupakan lulusan Universitas Gajah Mada (UGM). Setelah belum lama didatangi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, pengembang teknologi ini mengatakan bahwa alatnya siap diproduksi massal.
"Alat ini mudah dan tidak membutuhkan tenaga ahli khusus (profesional). Teknologi ini juga tidak membutuhkan power atau tenaga listrik yang banyak," katanya, di IPLT Duri Kosambi, Jakarta Barat, Jumat (25/5).
Ia menjelaskan, teknologi pengubah tinja menjadi air bersih ini siap bila diproduksi massal, salah satunya dengan B to B (business to business). Bila ada permintaan dari perusahaan, lanjut Andri, ia siap untuk menjualnya.
Andri optimis teknologi yang dikembangkannya akan semakin besar. Sebab, selain tidak membutuhkan power yang besar, pemakaiannya juga mudah. Cukup dengan dua orang, Andritech System sudah bisa digunakan.
"Sebetulnya untuk pengubah tinja menjadi air bersih, satu orang saja sudah cukup. Tapi, minimal dua orang kita recommend, jadi satu bagian operator dan lainnya menjadi helper," tuturnya.
Mengenai perawatan, alat ini dikatakan Andri tidak sulit bila dilakukan maintance. Hal ini karena sudah ada control yang mudah dilihat dan dilakukan perawatan. "Monitoringnya juga hanya butuh beberapa saat dan bila didiamkan juga tidak masalah," lanjutnya.
Alat ini pula, lanjut Andri, sudah R3 (Recovery, Reduce, Recycle). Oleh karenanya, Andri juga siap bila pemerintah menginginkan teknologinya. "Saya siap bila pemerintah ingin bekerjasama, dengan MoU misalnya. Tapi tentu harus ada regulasi dan persyaratan yang harus dipatuhi. Saya bisa mengolah tinja menjadi air bersih karena ingin agar kerusakan lingkungan berkurang dan teknologi ini bisa dinikmati masyarakat," tuturnya.
Sebelumnya, Androtech System sudah ia kembangkan sejak 2007 dan diaplikasikan pada 2015. Dengan investasi sekitar Rp 1 miliar, Andri bisa menciptakan teknologi dimana zat pembuangan akhir menjadi air yang layak digunakan.
"Untuk investasi, sebenarnya tergantung kapasitas. Tapi, bila dibandingkan teknologi lain, alat kami lebih murah dan local content-nya lebih dari 85 persen. Tapi, untuk alat ini, sekitar Rp 1 miliar lah, tidak sampai triliunan. Intinya, kalau kapasitas semakin besar, biaya juga semakin tinggi," jelasnya.
Terakhir, Andri mengungkapkan bahwa belum lama, alatnya sudah di publikasi ke Rumah Sakit. "Belum lama juga sedang publikasi ke RS. Sekarang, alat ini hanya prototype untuk limbah tinja. Untuk air sungai yang kotor atau air di selokan, sedang dijajaki dan baru ingin didesain. Kami kemarin baru test fisik ke sana," tutup Andri.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
