Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 April 2018 | 19.11 WIB

Pendaki Asal Selandia Baru Tewas di Gunung Merbabu

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad pendaki asal Selandia Baru. - Image

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad pendaki asal Selandia Baru.

JawaPos.com - Pencarian Andrey Voytech akhirnya membuahkan hasil. Pandaki asal Selandia Baru itu dilaporkan hilang di Gunung Merbabu, Jawa Tengah (Jateng) sejak seminggu lalu.


Sabtu (7/4) pagi sekitar 09.00 WIB, Tim SAR gabungan berhasil menemukan Andrey. Namun, pria berusia 39 tahun itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa. "Kami sudah evakuasi. Kami bawa (jasad korban) ke rumah sakit di Salatiga," kata Kepala Basarnas Jateng Nur Isrodin ketika dihubungi JawaPos.com di Semarang.


Jasad Andrey ditemukan tim SAR gabungan di kawasan Sungai Kalimenek. Diperkirakan, korban terjatuh dari ketinggian 3-4 meter ke wilayah sungai dengan dataran berbatu saat melintasi jalur yang tak jauh dari titik ditemukannya. 


"Kami belum bisa pastikan apakah hipotermia atau terpeleset, atau seperti kasus-kasus orang hilang di gunung serupa. Karena ini masih dalam penyelidikan," sambung Nur Isrodin.


Nur juga belum bisa memastikan kapan tepatnya korban jatuh dan akhirnya dinyatakan tewas di daerah tersebut. Basarnas masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim forensik kepolisian. "Kami juga sudah hubungi Kedubes Slovakia. Soalnya dia ternyata paspornya banyak. Ada Canada juga. Tapi kerjanya di Australia," sambungnya.


Setelah ditemukan, jasad korban dievakuasi melalui Dusun Cuntel. Daerah tersebut merupakan lokasi pertama korban menaiki Gunung Merbabu.


Seperti diberitakan, Andrey Voytech dilaporkan hilang oleh rekannya bernama Sistha, 19, warga Kopeng pada Sabtu (31/3) lalu. Andrey sendiri mulai naik ke Gunung Merbabu pada Jumat (30/3) pagi.


Sebelumnya, dua pendaki asal Batang sempat melihat Andrey di area Pos 1 pada Jumat sore. Namun ternyata itu adalah terakhir kali sang pendaki terlihat.


Pencarian dilakukan dengan penyapuan dari puncak Merbabu hingga meluas ke jalur Selo, Boyolali. Tim SAR gabungan membutuhkan waktu sepekan hingga menemukan korban. Tim pencari terbagi dalam enam search and rescue unit (SRU) yang tersebar di sejumlah titik.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore