
Pelepasliaran 94 ekor kepiting di Hutan Mangrove Mangunharjo, Semarang
JawaPos.com - Sebanyak 94 ekor kepiting asal Kalimantan yang diamankan oleh Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jawa Tengah dilepasliarkan di hutan mangrove Mangunharjo, Tugu, Semarang, Kamis (25/1).
Menurut Kepala BKIPM Jateng, Gatot Perdana, pelepasliaran kepiting-kepiting itu dilakukan untuk menjaga ekosistem dan kelangsungan sumber daya alam.
Dipilihnya daerah hutan mangrove di Mangunharjo sendiri sebagai lokasi pelepasliaran karena tempat tersebut dinilai cocok sebagai habitat serta jumlah kepiting bakau di sana yang memang minim.
"Mereka dilepas di sini supaya bisa beranak-pinak karena di hutan mangrove inilah tempat kepiting bakau hidup dan mencari makan," ujar Gatot di sela-sela kegiatan, Kamis (25/1).
Gatot menerangkan bahwa 94 ekor kepiting itu diamankan saat dikirim dari Balikpapan, Kalimantan Selatan ke Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Diamankannya kepiting tersebut, lanjut dia, karena tak sesuai dengan apa yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 tahun 2016.
Berdasarkan aturan tersebut, kepiting yang ditangkap haruslah memiliki panjang karapas minimal 15 cm dan beratnya harus lebih dari 200 gram. "Sedangkan puluhan kepiting tadi beratnya tidak sampai atau hanya sekitar 150 gram. Jadi, tak memenuhi syarat," terang Gatot.
Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas IA Yogyakarta, Suprayogi, menambahkan bahwa kepiting-kepiting tersebut awalnya hendak dibeli oleh seseorang di Solo namun keburu terungkap oleh petugas Bandara Adi Sucipto.
"Pembelinya awam ya, dia hanya orang biasa. Barangnya sendiri aslinya dari Tarakan," jelasnya.
Bersamaan dengan dilakukannya pelestarian hewan ini, dilaksanakan pula kegiatan penanaman puluhan bibit mangrove di daerah itu guna mengimbangi ekosistem kepiting-kepiting bakau tersebut.
Suprayogi pun mengapresiasi adanya, dua kegiatan tersebut. Ia berharap baik spesies kepiting bakau maupun tanaman mangrove bisa tetap terjaga dan tidak punah hingga di masa mendatang. "Supaya anak cucu kita bisa menikmatinya juga," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
