Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Januari 2018 | 04.41 WIB

94 Ekor Kepiting Dilepasliarkan Di Hutan Mangrove Mangunharjo

Pelepasliaran 94 ekor kepiting di Hutan Mangrove Mangunharjo, Semarang - Image

Pelepasliaran 94 ekor kepiting di Hutan Mangrove Mangunharjo, Semarang


JawaPos.com - Sebanyak 94 ekor kepiting asal Kalimantan yang diamankan oleh Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jawa Tengah dilepasliarkan di hutan mangrove Mangunharjo, Tugu, Semarang, Kamis (25/1).


Menurut Kepala BKIPM Jateng, Gatot Perdana, pelepasliaran kepiting-kepiting itu dilakukan untuk menjaga ekosistem dan kelangsungan sumber daya alam. 


Dipilihnya daerah hutan mangrove di Mangunharjo sendiri sebagai lokasi pelepasliaran karena tempat tersebut dinilai cocok sebagai habitat serta jumlah kepiting bakau di sana yang memang minim. 


"Mereka dilepas di sini supaya bisa beranak-pinak karena di hutan mangrove inilah tempat kepiting bakau hidup dan mencari makan," ujar Gatot di sela-sela kegiatan, Kamis (25/1).


Gatot menerangkan bahwa 94 ekor kepiting itu diamankan saat dikirim dari Balikpapan, Kalimantan Selatan ke Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Diamankannya kepiting tersebut, lanjut dia, karena tak sesuai dengan apa yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 tahun 2016. 


Berdasarkan aturan tersebut, kepiting yang ditangkap haruslah memiliki panjang karapas minimal 15 cm dan beratnya harus lebih dari 200 gram. "Sedangkan puluhan kepiting tadi beratnya tidak sampai atau hanya sekitar 150 gram. Jadi, tak memenuhi syarat," terang Gatot.


Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas IA Yogyakarta, Suprayogi, menambahkan bahwa kepiting-kepiting tersebut awalnya hendak dibeli oleh seseorang di Solo namun keburu terungkap oleh petugas Bandara Adi Sucipto.


"Pembelinya awam ya, dia hanya orang biasa. Barangnya sendiri aslinya dari Tarakan," jelasnya. 


Bersamaan dengan dilakukannya pelestarian hewan ini, dilaksanakan pula kegiatan penanaman puluhan bibit mangrove di daerah itu guna mengimbangi ekosistem kepiting-kepiting bakau tersebut. 


Suprayogi pun mengapresiasi adanya, dua kegiatan tersebut. Ia berharap baik spesies kepiting bakau maupun tanaman mangrove bisa tetap terjaga dan tidak punah hingga di masa mendatang. "Supaya anak cucu kita bisa menikmatinya juga," tandasnya. 

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore