
Para penggemar mainan mobil Tamiya yang masih eksis sampai saat ini.
JawaPos.com - Bagi anda generasi 90'an, tentu tak asing dengan mainan mobil Tamiya. Ya, mobil mini berdinamo yang mirip dengan mobil Formula 1. Ternyata, mainan itu tak lekang dengan waktu.
Pasalnya, hingga saat ini masih ada saja orang yang hobi mengoleksi maupun memainkannya. Bahkan, saat ini ada orang-orang 'penggila' Tamiya membentuk Komunitas Pecinta Tamiya.
Salah satunya, seperti beberapa orang yang tergabung dalam komunitas Batu Extreme Standart Tamiya ini. Setidaknya ada 20 orang yang tergabung dalam komunitas tersebut. Mereka pun rutin melakukan pertemuan dan turnamen agar Tamiya tetap exist.
Seperti Batu Extreme Standart Tamiya Grand Prix, turnamen yang mereka selenggarakan di Gedung STA Gapoktan, Jalan Cemara Kipas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Minggu (14/1).
Panitia event Batu Extreme Standart Tamiya Grand Prix, Pungky Pradigdo mengatakan, kegiatan ini merupakan event final yang telah dilakukan sebelumnya. di turnamen ini mereka akan menentukan mobil Tamiya tercepat.
"Setiap satu bulan di total poinnya. Dan event ini merupakan finalnya," ujarnya pada JawaPos.com, Minggu (14/1).
Ia menjelaskan, dalam setiap seri, lintasan yang digunakan berbeda-beda. Selain siapa yang tercepat, siapa yang memiliki poin terbanyaklah yang akan dinobatkan menjadi juara umum.
"Sistemnya kayak turnamen. Peserta yang mempunyai mobil tercepat akan mendapatkan hadiah senilai Rp2 juta," laki-laki yang mempunyai koleksi 30 mobil Tamiya itu.
Pria asal Batu itu menjelaskan, saat ini memang hanya segelintir orang saja yang masih mempunyai hobi mengoleksi dan memainkan Tamiya. Padahal, mobil maupun perlengkapan Tamiya yang lain masih terbilang cukup gampang untuk ditemukan. "Paling ya generasi 90'an aja. Anak-anak sekarang sudah jarang yang main," kata dia.
Menurutnya, anak-anak saat ini atau yang biasa disebut kids jaman now lebih menyukai permainan yang bersifat online, seperti mobile legends, DOTA, ataupun game serupa lainnya.
Tamiya sendiri awalnya ngetop sebagai produsen mainan rakitan pada tahun 1948. Namun, sejak merilis mobil rakitan yang dikenal dengan 4WD pada tahun 1982, merk Tamiya malah identik dengan si mobil mini berdinamo itu.
Saat masuk ke Indonesia pada era 1980-an, sosok Tamiya belum mencapai puncak popularitasnya. Keberadannya tenggelam oleh permainan gangsing. Namun, saat memasuki tahun 1990-an, Tamiya berubah menjadi barang yang bukan hanya sekedar mainan.
Salah satu penyebab tren Tamiya ini cepat populer di kalangan anak 90-an adalah, munculnya serial animasi Dash Yankuro yang tayang di stasiun televisi. Film itu bercerita tentang sekumpulan anak pebalap Mini 4WD. Fil itu memang berasosiasi dengan brand Tamiya. Jenis Mini 4WD yang dimiliki para tokohnya di Film Dash Yonkuro pun sama seperti keluaran Tamiya. Salah satunya yang populer adalah Dash-1 Emperor.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
