Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2017 | 16.24 WIB

Diminta Pindah, Ini Yang Dirasakan Pedagang Pasar Malam Sekaten

Sejumlah wahana harus dibongkar karena lahan yang dipakai untuk lahan parkir - Image

Sejumlah wahana harus dibongkar karena lahan yang dipakai untuk lahan parkir

JawaPos.com -- Pedagang Pasar Malam Sekaten tidak habis pikir jika lapaknya yang ada di kawasan Alun-alun utara (Alut) akan dipindah. Pasalnya, selama ini para pedagang sudah membayar sewa kepada pengelola untuk penempatan selama satu bulan ke depan. Pembayaran rata-rata di atas Rp 1 juta.


Salah satu pedagang yang akan berjualan di Pasar Malam Sekaten, Komari, 67, mengaku bingung dengan pemindahan ini. Pasalnya, dirinya sudah terlanjur membayar kepada pengelola sebesar Rp 1,5 juta. Dan selama ini pengelola sudah menyiapkan lapak dengan ukuran 3x4 meter di dalam Alut. “Kalau biasanya harga Rp 1,6 juta, tetapi karena saya di sini sudah langganan cuma disuruh membayar Rp 1,5 juta saja,” katanya.


Tetapi, saat mengetahui jika lapaknya yang ada di dalam Alut akan dipindah, nenek dengan 17 cucu tersebut menjadi resah. Terlebih, dirinya sudah mengeluarkan banyak modal untuk berjualan selama satu bulan ke depan. Komari mengaku, untuk membeli barang dagangan dirinya mengeluarkan uang mencapai Rp 10 juta. “Saya sudah mengeluarkan modal ini sebesar Rp 10 juta, dan sekarang waktu penjualan dibatasi hanya sampai pukul 18.00 WIB saja, kalau seperti itu mending saya minta kembali saja uang (sewa),” keluh Komari.


Komari sendiri memang rutin berjualan di Sekaten. Sudah 70 tahun ia berjualan di setiap gelaran ini. Ia rela datang dari Juwiring, Klaten hanya untuk menjajakan dagangannya di Sekaten. Meski sudah berumur, tetapi Komari tidak ingin berhenti untuk berjualan di Sekaten. Keresahan Komari ini dipicu karena Pemkot melarang lapak PKL menempati lahan parkir Alut. Pasalnya, hal ini bisa mengganggu kenyamanan dari para pedagang pasar darurat Klewer.


Sementara itu, Ketua Panitia Pedagang dan Wahana Permainan Sekaten, Robi Indro Purnomo, mengaku dirinya telah melakukan kesalahan dengan tidak melayangkan izin kepada Pemkot terkait penggunaan lahan ini. Selama ini dirinya hanya mengajukan izin kepada pihak keraton. Meski begitu, Robi berjanji akan mencarikan lokasi pengganti bagi para pedagang Pasar Malam Sekaten. “Nanti kami akan tetap mencarikan lokasi untuk pedagang. Kami mohon semuanya untuk bersabar,” ucapnya. Ari Purnomo-Solo


Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore