Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2017 | 10.55 WIB

Jokowi Juga Akan Diberi Marga Siregar

Bobby dan Kahiyang menggunakan Tuku dan Bulang usai penabalan marga Siregar. - Image

Bobby dan Kahiyang menggunakan Tuku dan Bulang usai penabalan marga Siregar.

JawaPos.com - Pemberian marga Siregar kepada Kahiyang Ayu di kediaman Doli Sinomba Siregar, Jalan Suka Tangkas, Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), berjalan dengan lancar. Selanjutnya dalam rapat adat yang dilakukan, muncul usulan untuk memberikan marga Siregar kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang hadir mewakili keluarga Muhammad Bobby Afif Nasution. Menurutnya, wacana pemberian marga kepada Jokowi sudah terlontar. Namun belum tahu kapan pemberian marga kepada Jokowi akan dilaksanakan.


"Kami datang tadi kan acaranya meminta marga buat Kahiyang dan itu disetujui. Ada dari marga lain, yang mengusulkan supaya sekaligus diberi marga kepada Pak Jokowi," kata Darmin, Selasa (21/11).


Darmin mengungkapkan, perihal pemberian marga kepada Jokowi telah disetujui oleh keluarga besar Siregar. "Marga Siregar sudah menjawab. Kami setuju saja, senang saja. Tapi masa dengan acara seperti ini memberi marga kepada Pak Jokowi. Kita cari waktu yang lain," jelas Darmin.


Pemberian marga perlu dilaksanakan agar seseorang punya kedudukan yang jelas dalam adat Tapanuli Selatan. Apalagi pria atau wanita yang dipersunting di luar suku Mandailing.


Dalam adat Mandailing, Kahiyang harus ditabalkan dengan marga dari ibu kandung Bobby, sehingga marga Siregar yang disematkan. Pemberian marga kepada Kahiyang dilakukan dengan cara keluarga Nasution datang ke rumah Siregar untuk meminta marga.


"Kita, apakah Suhut, Anak Boru, Kahanggi datang berombongan untuk menyampaikan permohonan agar Kahiyang diberikan Marga Siregar. Itu berjalan dengan baik semuanya,"papar Darmin.


Lebi lanjut, Darmin menambahkan, setelah menyandang status sebagai marga Siregar, Kahiyang pun punya hak dan kewajiban. Kahiyang harus banyak belajar agar memahami istilah-istilah panggilan yang ada di adat Tapanuli Selatan.


"Kalau Kahiyang kepada Nasution, dia manggilnya Amangboru. Kita harus menghormati apa yang terjadi dalam keluarganya. Kalau ada kesusahan tidak perlu diundang -undang, datang saja langsung. Itu kewajiban kita. Sebaliknya, ke pihak dia itu memanggil tulang. Dia harus rajin-rajin dengar apa yang ada di keluarga itu. Itu keluarga Tulang saya. Kalau ada apa-apa tanpa diundang harus datang," ulas Darmin.


Pada kesempatan itu, Darmin datang sebagai Suhut Kahanggi. Dalam adat Mandailing, Suhut Kahanggi merupakan bosnya Kahanggi. Dia yang meminta marga kepada Marga Siregar.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore