
MENINGGAL SAAT LOMBA: Alfath Mappakaya menunjukkan foto Andi Nursaiful semasa hidup.
JawaPos.com- Duka menyelimuti ajang lari Bromo Tengger Semeru (BTS). Salah seorang peserta, Andi Nursaiful asal Jakarta ditemukan meninggal dunia di tengah-tengah rute lari. Korban diduga mengalami serangan jantung ketika sedang berlari.
Sepupu korban, Alfath Mappakaya, 50, mengatakan jika korban pertama kali ditemukan oleh teman sesama pelari. ”Pertama kali ditemukan dikira pingsan. Setelah dicek ternyata sudah tidak bernyawa,” ujarnya ketika ditemui di Kamar Mayat Rumah Sakit Dr Saiful Anwar Kota Malang.
Alfath menambahkan Andi sebenarnya sudah sering mengikuti perlombaan lari. Pria 48 tahun itu juga gemar mendaki gunung. Andi juga pernah mendaki Gunung Semeru. Karena itu, pihak keluarga cukup kaget begitu mengetahui Andi meninggal ketika sedang mengikuti lomba. Apalagi, status Andi merupakan guru olahraga yang tentunya memiliki kondisi fisik yang prima untuk mengikuti lomba.
”Kurang tahu pasti (penyebab meninggalnya, Red). Sementara dari dokter katanya ada serangan jantung,” kata Alfath.
Sementara itu, mewakili pihak panitia, Florenciano Hendricus Mutter menerangkan Andi mengikuti lari jarak 70 km dengan start di Cemorokandang. Dia menyebut Andi ditemukan pingsan di sekitar Ranupane di kilometer 18. ”Jalan turun arah Ranupane, baru 18 km," terangnya.
Dia sendiri kurang mengetahui penyebab pasti meninggalnya Andi. ”Katanya sesak napas. Lagi lari, kemudian sesak napas, duduk terus tiduran,” paparnya. Florenciano mengatakan, rute yang ditempuh Andi start pada Sabtu (4/11) pukul 01.00 WIB. Event lari ini digelar 3-5 November dan diikuti 1.000 peserta dari 34 negara.
Terpisah, istri Andi, Tutut Nursaiful yang datang langsung dari Jakarta mengaku jika suaminya tersebut tidak mengeluhkan apapun ketika akan berangkat. Bahkan, dirinya juga sempat mengantarkan suaminya tersebut ke bandara.
Perempuan berkerudung itu menyebut kalau suaminya memang sering mengikuti lomba lari. ”Tapi untuk BTS baru kali ini,” jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
