Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2017 | 18.53 WIB

Ada Berbagai Jenis Musang di Pameran Satwa

Pameran flora dan fauna: Sejumlah pengunjung terlihat melihat koleksi flora dan fauna yang diadakan di TSTJ, Sabtu (4/11). - Image

Pameran flora dan fauna: Sejumlah pengunjung terlihat melihat koleksi flora dan fauna yang diadakan di TSTJ, Sabtu (4/11).

JawaPos.com - Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Kebun Binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) mengadakan pameran flora dan fauna, Sabtu (4/11). Pameran yang diadakan di kawasan TSTJ ini diikuti oleh puluhan peserta, mulai dari tanaman hingga komunitas satwa yang ada di Solo dan sekitarnya.


Ketua Panitia yang sekaligus Direktur Utama Perusda TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso kepada JawaPos.com mengatakan, gelaran ini menindaklanjuti surat keputusan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Untuk pameran flora dan fauna ini akan diadakan selama dua hari mulai Sabtu-Minggu (4-5/11). ''Kegiatan ini untuk lebih mendekatkan alam dengan manusia, dan mendekatkan manusia dengan alam. Dan sesuai dengan temanya,'' terang Bimo, Sabtu (4/11).

Bimo menambahkan dengan kegiatan ini juga menjadi momen untuk percepatan revitalisasi TSTJ. ''Ini kan juga dianggarkan Rp 2 miliar untuk pembangunan kandang, sehingga percepatan revitalisasi juga bisa terealisasikan,'' tandasnya.


Pameran ini menghadirkan banyak sekali instansi dan juga komunitas satwa yang ada di Solo. Peserta pameran berada di 22 stan. Seperti, komunitas burung paruh bengkok, komunitas musang Solo, tanaman dari dinas pertanian dan kehutanan Semarang, komunitas anthurium, dan juga beberapa komunitas flora dan fauna lainnya.

Salah satu peserta pameran yakni komunitas pecinta burung paruh bengkok, Solo Parrot Lovers. Danang, 40, anggota komunitas mengatakan, ajang ini menjadi tempat untuk edukasi masyarakat, bahwa selama ini banyak yang kurang tahu mengenai mana burung paruh bengkok yang dilindungi dan mana yang tidak. “Yang kami  bawa di sini adalah burung paruh bengkok endemik Indonesia. Kakak tua raja, muri kabare, kaka tua, dan juga jenis kakak tua lainnya,” terangnya.

Selain Solo Parrot Lovers, peserta komunitas lainnya yakni Musang Solo (Muslo). Anggota Muslo, Sugiyanto (41) menjelaskan, pameran ini ditujukan untuk edukasi kepada masyarakat. Selama ini mungkin masih banyak masyarakat yang belum tahu jika musang ada beberapa jenis. “Di sini kita bawa jenis musang pandan, akar, rase dan oter. Dan yang paling banyak dipelihara adalah jenis musang pandan, karena lebih mudah untuk dibudidayakan juga,” terangnya.


Salah satu pengunjung, Ely (12) mengatakan, bahwa pameran ini sangat bagus untuk edukasi. Karena, dengan melihat pameran bisa lebih tahu mengenai flora dan fauna yang ada di Indonesia.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore