Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2017 | 15.04 WIB

Diduga Depresi, Pemuda Loncat dari Kapal Saat Berlayar

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kasus bunuh diri di Balikpapan bertambah lagi. Rabu (2/8) pagi, sekitar pukul 07.03 Wita, seorang penumpang jurusan Surabaya-Balikpapan melompat dari kapal yang sedang berlayar.


Pemuda bernama Sofyan Jayadi (28) itu terjun dari Kapal Feri Dharma Kartika IX, yang saat kejadian berjarak sekitar 3 mil dari Balikpapan. Dari rekaman CCTV di KM Dharma Kartika IX, korban sempat mondar-mandir di pinggir kapal sebelum akhirnya melompat dari lambung kiri.


General Manager PT Dharma Lautan Utama Jamirin selaku operator KM Dharma Kartika IX menduga, korban mengalami depresi sehingga nekat melompat ke laut. Dugaan itu, ungkap Jamirin, lantaran sepanjang perjalanan rekan-rekan korban sering melihat Sofyan melamun.


“Dari pengakuan rekan-rekannya, korban memang sudah diawasi karena mereka khawatir. Namun, ketika rekannya lengah, Sofyan loncat ke laut,” terang Jamirin dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).


Dia menambahkan, prosedur standar juga sudah dilakukan oleh KM Dharma Kartika IX dengan beberapa kali mengitari lokasi kejadian yang berjarak 3 mil dari Pelabuhan Semayang Balikpapan. Life jacket pun sudah dilemparkan ke laut, namun tak kunjung berhasil menemukan korban.


Dari data manifest penumpang, Sofyan Jayadi diketahui berasal dari Desa Wakan Laning, Kecamatan Seraya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban diketahui melakukan perjalanan bersama 40 orang lain dengan tujuan akhir Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan, karena sudah ada ikatan kerja.


Jamirin juga menegaskan bahwa Sofyan bukan penumpang ilegal. “Datanya lengkap, tiketnya juga ada,” katanya. Sampai saat ini, pencarian terhadap Sofyan masih terus dilakukan dengan melibatkan Basarnas, Lanal Balikpapan, KP3 Pelabuhan Semayang dan Polair.


Informasi terakhir yang diperoleh Kaltim Post, Basarnas Kaltimra memutuskan untuk menghentikan pencarian terhadap Sofyan Jayadi. Kasi Ops Basarnas Kaltimra Ocktavianto mengatakan, pencarian akan dilanjutkan hari ini. Hingga berita ini diturunkan tadi malam, korban memang belum ditemukan.


Dia menambahkan, meski sudah melakukan penyisiran sejauh 13 mil atau 23 km, tim Basarnas dan instansi terkait masih belum bisa menemukan korban. “Cuaca buruk dan ombak setinggi 2,5 meter cukup menyulitkan. Jadi pencarian untuk sementara dihentikan,” terangnya.


Okta menambahkan, pencarian hari ini kemungkinan akan dilakukan dengan radius yang lebih luas. Operasi pencarian pada hari kedua, Basarnas akan fokus pada radius 5 nautical mile dari lokasi kejadian. ”Proses pencarian maksimal akan dilakukan selama 7 hari ke depan,” lanjutnya.


Dalam operasi pencarian korban, Basarnas menggunakan Kapal Negara (KN) 408 dengan kapasitas maksimal 20 orang.


Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore