Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Mei 2017 | 14.34 WIB

Belajar Setir Mobil, Nyungsep di Atas Genting

APES : Mobil Suzuki Splash yang nyungsep di atap Pura Taman Pule, Ubud, Gianyar, Minggu (30/4) - Image

APES : Mobil Suzuki Splash yang nyungsep di atap Pura Taman Pule, Ubud, Gianyar, Minggu (30/4)

JawaPos.com  - Belajar mengendari mobil, seharusnya diajari instruktur belajar mobil yang berpengalaman. Bila tidak, bisa jadi membuat malapetakan bagi yang belajar. Petaka belajar mobil itu terjadi di Ubud, Bali. Sebuah mobil Suzuki Splash bernopol DK 1879 BF yang dikemudikan Kadek Eyik Praharsidi, 22, nyungsep ke atap bale penyimpanan areal Pura Kelembu, di Desa Mas, Kecamatan Ubud. Kejadian berlangsung hari Minggu kemarin (30/4), sekitar pukul 12.00.


Beruntung, pengemudi Kadek Eyik yang berasal dari Banjar Juga, Desa Mas Kecamatan Ubud, itu bisa keluar dari mobil. Usai kejadian dia keluar dengan hati-hati sambil berpegangan di atap. Menurut informasi yang dihimpun koran, ini kejadian mobil nyungsep di atas atap itu berlangsung ketika Kadek Eyik belajar menyetir mobil


Mahasiswa ini sedang belajar mengemudikan di parkiran pura Taman Pule. Saat kejadian, Kadek Eyik diajari oleh kakaknya sendiri Wayan Eko Juanita, 26. Saat itu, posisi Kadek Eyik menguasai setir dan kakaknya Wayan Eko berada di sampingnya untuk mengomando. “Kami sudah 15 kali berputar- putar di areal parkiran pura. Kami sempat istirahat,” jelas Wayan Eko, saat menunggui mobilnya diderek.


Untuk diketahui, posisi jalan atau parkiran berada di atas dan posisi pura berada di bagian bawah. Selanjutnya, saat belajar nyetir di atas pura, tak disangka, mobil yang dikendarainya melaju kencang kemudian menabrak tembok pembatas pura. Rupanya, tembok tersebut jebol hingga akhirnya mobilnya pun melaju menabrak atap bale gong yang posisinya berada di bawah jalan.


Akhirnya mobil pun tersangkut di atap bale gong. Dalam keadaan mobil tersangkut di atas genteng, Kadek Eyik dan kakaknya Wayan Eko pun berusaha menyelamatkan. Mereka berusaha keluar dalam keadaan panik luar biasa. “Kami keluar pelan-pelan buka pintu mobil,” ujarnya. Kemudian dia minta tolong kepada warga setempat yang juga tetangganya sendiri.


Mobil derek dipanggil untuk menarik mobil. Sekitar pukul 16.30, mobil derek berhasil mengangkat mobil tersebut. Kerusakan di bagian depan bawah. Sementara itu, dari pihak pengempon pura mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 35 juta akibat kerusakan terhadap atap bale gong. Kelian Pura Taman Pule Wayan Gede Supiarta telah rembug dengan pemilik mobil. “Kami sudah rembug sama pemilik mobil. Sudah bersedia untuk mengganti semua kerusakan dengan memperbaiki bale gong ini,” jelasnya.


Disebutkan, kejadian seperti ini tidak sekali terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi dengan menabrak tembok penyengker pura. Namun, kejadian kali ini lebih parah karena tembok penyengker jebol sehingga mobil pun masuk ke areal pura dan merusak bangunan. “Kalau sebelumnya sama juga orang belajar mengemudi dan kejadiannya sekitar 2016 lalu,” jelasnya.


Untuk diketahui, Pura Taman Pule ini memiliki luas sekitar 1 hektare kerap digunakan sebagai kawasan belajar mengemudi. Selain itu sejumlah mobil box juga kerap parkir di areal tersebut untuk beristirahat. “Setelah ini akan kami tempel imbauan larangan untuk belajar mengemudi atau parkir di halaman pura,” tegasnya. (dra/ara/pit/JPG)

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore