
Ahmad saat membuat speed boat
JawaPos.com - Profesi sebagai pembuat speed boat tradisional seperti sudah semakin jarang ditemukan. Alasannya bisnis ini semakin dikepung oleh korporasi yang bisa mempproduksi secara massal.
Di tengah gempuran bisnis galangan kapal skala besar, Ahmad (55)m tetap terus bertahan sebagai pembuat speed Boat. Hanya saja produksi sangat tergantung dari uang muka dari pemesan. Sebab dari uang muka itulah dia bisa membeli bahan untuk membuat alat transportasi di laut itu.
Uang muka dipatok pun tidak sebesar dari perusahaan besar. Semua itu sesuai dengan harga speed boat yang dipesan. Untuk speed boat bermesin 40 PK, Ahmad mematok harga Rp 7,5 juta dan yang bermesin 200 PK dihargai Rp 25 Juta.
Dia menjamin speed boat buatannya ini tidak bocor dan daya angkut juga sesuai dengan pesanan. “Saya berani jamin tidak bocor dan daya angkut juga sesuai dengan pesanan,” ujarnya seperti dilansir Jambi Independent (Jawa Pos Group), Jumat (10/2).
Kendati demikian dalam menggeluti bisnis ini, Ahmad kerap terkandala dengan modal usaha. “Paling terkendala modal mas, yang pesan dan kasih uang mukalah yang dulu saya kerjakan,” sambungnya.
Walau terkendala dengan modal, Ahmad masih tetap mendapatkan pesanan pembuatan speed boat cukup banyak. Dalam setahun dia bisa membuat 20-an unit. Semua itu datang dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.
Mulai dari Kerinci, Kualatungkal, Sabak, Kampung Laut dan Sungai Lokan. Bahkan ada pesanan yang datang dari Padang Sumatera Barat. Untuk memastikan produk buatanya tak bocor dan berkualitas, Ahmad sangat memerhatikan pilihan kayu yang dipakai. Umumnya kayu yang digunakan jenis meranti sepang dan meranti sepat batu.
Semua kayu ini didapatkan dari pabrik pengolahan kayu yang berada di Pasir Panjang Kecamatan Danau Teluk, Seberang Kota Jambi. Di usia yang tidak lagi muda ini Ahmad menaruh harapan kepada anak bungsunya yang saat ini masih duduk di bangku SD. Dia berharap ilmu pembuatan Speed Boat ini dapat dipelajari oleh anak laki-laki satu-satunya itu.
“Anak bungsu saya seringlah lihat saya kerja di sini, bantu-bantu dikit. Semoga dia lebih sukses dari saya yang penting,” tutup Ahmad, pria kelahiran Pemulutan Palembang Sumatera Selatan Ini. (mui/iil/JPG)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
