
196 TKI ilegal berhasil digagalkan keberangkatannya oleh aparat kepolisian.
JawaPos.com - Insiden tenggelamnya kapal pengangkut tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal kembali terjadi pada Senin (23/1) di Johor, Malaysia. Hal itu menunjukkan praktik pengiriman TKI ilegal masih marak dari tanah air, seperti dari Batam menuju Malaysia.
Dilansir dari Batam Pos (Jawa Pos Group), seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, mantan pemain TKI ilegal menuturkan, saat ini permainan TKI ilegal sudah tak lagi hanya membawa orang keluar dari Malaysia saja. "Tapi lebih dari itu, mereka bawa narkoba. Dulu tak pernah seperti ini," kata sumber tersebut.
Pria berumur 60 tahunan ini menyebutkan, penyelundupan TKI ilegal ini selalu bermain dengan oknum-oknum. Bila tidak, penyelundupan manusia dan narkoba ini tidak akan berjalan dengan lancar. Tak hanya oknum di Batam saja, para pemain TKI juga bermain dengan oknum instansi di Malaysia. "Kalau gak, yah pasti takut mereka (pemain,red)," ujarnya.
Dia menceritakan, alur keluarnya TKI ilegal tersebut. Bila TKI ilegal masuk dengan menggunakan paspor, maka mereka masuk Malaysia dari Pelabuhan Batamcenter. Namun daerah tujuannya bukanlah Pelabuhan Stulanglaut, Malaysia. Tapi melalui beberapa pelabuhan kecil yang resmi, dengan pengamanan tidak terlalu maksimal. "Haloo ada bawa pekerja, tolong diamankan yah. Begitulah yang biasa diucapkan pemain sini ke oknum aparat Malaysia," tuturnya.
Akibat hal ini, para TKI yang masuk tidak terlalu ditanyai secara terperinci oleh pihak imigrasi Malaysia. "Cop cop cop saja, masuklah mereka," ungkapnya. Lalu TKI yang masuk jalur ilegal dan pulang dengan jalur yang sama. TKI tipe ini adalah orang-orang paspornya sudah mati atau di-blacklist oleh pihak Malaysia. Para TKI tipe ini sekali keluar dari Indonesia selalu dalam jumlah banyak.
Jumlah TKI yang sangat banyak inilah, yang menjadi permasalahan penyelundupan ilegal ini saat ini. Di mana para tekong tak lagi memperhatikan kapasitas kapal dengan jumlah TKI yang akan berangkat. "Kalau dulu, kami selalu perhatikan hal ini. Kalau melebihi kapasitas yah kami tidak akan berangkat. Kami juga melihat arus, cuaca. Pokoknya memperhatikan segala aspek keselamatan," katanya. (ska/iil/JPG)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
