Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Januari 2017 | 16.21 WIB

Mengunjungi Kebun Kurma Terbesar di Indonesia

JUJUKAN WISATA: Pohon kurma yang berumur tiga tahun berhasil ditanam di Pasuruan. - Image

JUJUKAN WISATA: Pohon kurma yang berumur tiga tahun berhasil ditanam di Pasuruan.

ERRI KARTIKA, Pasuruan 

--- 

PARA pengguna jalan yang melintasi jalan raya Purwosari ke arah Purwodadi beberapa hari terakhir bakal melihat papan besar hijau di pinggir jalan. Papan itu bertulisan ''Wisata Kebun Kurma Kabupaten Pasuruan''. 

Ya, tak perlu heran. Untuk melihat kebun kurma, orang-orang kini tak perlu jauh-jauh terbang ke Timur Tengah. Sebab, di Kabupaten Pasuruan, sudah berdiri Wisata Kebun Kurma.

Kemarin (4/1), saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke kebun kurma yang berada di Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, itu, tampak puluhan motor dan mobil berjejer di tempat parkir yang disediakan di seberang lokasi kebun kurma. Kebun kurma tersebut berjarak 1 kilometer dari jalan raya. 

Meski baru empat hari dibuka, rupanya, banyak masyarakat yang penasaran dan datang ke kebun kurma itu. Pintu masuknya cukup unik. Sebab, bangunannya terbuat dari kontainer yang disulap menjadi loket masuk. 

Pengunjung hanya membayar Rp 5 ribu per orang untuk masuk ke area seluas 3,7 hektare tersebut. Kebun kurma itu dipagari beton setinggi 3 meter. Di area kebun tersebut, pengunjung dapat melihat ratusan pohon kurma berbagai ukuran; beberapa stan makanan; pondok-pondok, baik yang terbuat dari kayu maupun kontainer; arena permainan; serta satu pesawat Boeing 737.

Pesawat itu tampak seperti yang terlihat di wisata Saygon Water Park. Maklum, pemilik kebun kurma dan wahana wisata tirta tersebut adalah orang yang sama. ''Ini memang belum 100 persen jadi. Taman dan tanaman masih sekitar 90 persen. Bahkan, arena permainannya baru 25 persen,'' jelas H. M. Roeslan, pemilik Wisata Kebun Kurma, kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Wisata Kebun Kurma memang tergolong unik. Sebab, memang jarang, bahkan belum ada, yang serius menggarap kurma sebagai komoditas agrowisata. 

Bahkan, Roeslan menyatakan, kebun kurma di Kabupaten Pasuruan ini termasuk yang terbesar di Indonesia. ''Sebelumnya ada, tapi hanya beberapa pohon. Termasuk yang ada di Jonggol, Bogor. Pohon di sini masih lebih banyak,'' katanya.

Roeslan mengungkapkan, membuat kebun kurma dan menjadikannya tempat wisata memang tak disengaja. Awalnya. ada teman yang menawarinya bibit pohon kurma pada Agustus 2016. Roeslan pun tertarik dan langsung berniat ingin membuka kebun kurma saja.

''Waktu itu, saya memang mempunyai tanah di sini dan bingung mau dibuat apa? Kok ada teman yang menawari bibit pohon kurma. Akhirnya, tercetuslah ide ingin membuat kebun kurma ini,'' ungkapnya.

Bahkan, realisasi pembuatan kebun kurma tersebut memang terkesan singkat. Dengan jarak empat bulan dari Agustus 2016, per 1 Januari 2017, kebun kurma milik Roeslan itu langsung mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Roeslan bahkan tak main-main. Fasilitas pun akan semakin dilengkapi. Dia bakal membangun miniatur Kakbah di tengah kebun serta membuat miniatur untuk manasik haji dan umrah, termasuk jalan dari Shafa ke Marwah. 

''Semoga bisa rutin dijadikan tempat manasik haji dan umrah. Saya juga akan menyediakan semua kebutuhan makanan dari Timur Tengah atau Arab,'' ucapnya. (mie/c5/end) 

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore