
Warga memperhatikan pohon yang tumbang dihalaman Pendopo, Kabupaten Serang, Sabtu (12/11) pagi. Pohon puluhan tahun tersebut roboh akibat sudah tidak bisa menahan beban akibat keropos.
JawaPos.com - Pohon ambon berukuran besar berusia ratusan tahun tumbang di depan Pendopo Bupati Serang, pekan lalu. Ternyata, banyak orang melakukan penawaran untuk memilikinya. Tak tanggung-tanggung, harga yang ditawarkan mencapai ratusan juta rupiah.
Demikian disampaikan Asisten Daerah (Asda) I Bidang Administrasi Pemerintahan Pemkab Serang Agus Erwana yang ditemui di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang, Kamis (17/11).
Diungkapkan Agus, banyak orang yang datang ke Pemkab berniat untuk membeli bangkai pohon ambon yang tumbang di Pendopo. Namun, ditegaskan Agus, pohon tersebut tidak akan dijual karena merupakan hasil peninggalan sejarah yang harus dilestarikan.
“Malah ada yang mau membeli sampai ratusan juta, banyak yang datang ke kita. Ada yang dari Baros, Cikande, sampai dari Jakarta,” ungkapnya.
Alasan pembeli, dijelaskan Agus, pohon berukuran jumbo seperti yang tumbang di pendopo sudah langka yang bisa dibuat mebeler berukuran besar dengan harga fantastis. “Kata yang ahli, harga meja yang lebarnya sampai 1,5 meter dengan panjang sekitar dua meter harganya di atas Rp 80 juta. Oh pantes mahal, kita kan enggak tahu,” ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, untuk mencari pohon sebesar itu banyak orang yang mencarinya hingga ke luar provinsi seperti ke Lampung karena sudah langka. Lantaran itu, kata Agus, Pemkab berencana mendatangkan seorang ahli untuk meneliti usia pohon tersebut. Soalnya, banyak kalangan yang menanyakan usia pohon yang dinilai bersejarah tersebut. “Kita juga ingin tahu. Makanya, kami akan mendatangkan ahlinya,” ungkapnya.
Setelah itu, kata Agus, Pemkab akan melihat laporan dari peneliti untuk mengetahui kepastian usia pohon sehingga diketahui sejarahnya sebelum diabadikan. Untuk kebijakan pohon akan dibuat seperti apa, Agus menunggu masukan dari Bupati Ratu Tatu Chasanah. “Batangnya akan kita manfaatkan untuk mebeler, meja-meja khusus peninggalan dulu, kita jadikan kenang-kenangan,” terangnya.
Untuk memotong pohon, lanjutnya, Pemkab mendatangkan ahlinya dan mengundang ahli desain mebeler. Untuk bekas reruntuhan, direncanakan akan dibuat semacam monumen. Anggaran pemotongan pohon sekira Rp4 juta sampai Rp7 juta. Selain peneliti, pihaknya juga akan mendatangkan arsitek untuk membentuk pohon tersebut dijadikan apa.
“Mebeler rencananya disimpan di pendopo. Nanti bisa buat meja kerja bupati, bisa juga untuk meja tamu, semua dimanfaakan untuk itu, tidak ada yang dikeluarkan kecuali ranting,” tegasnya. “untuk membelah, sekitar satu minggu selesai,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Ratu Tatu Chasanah menilai, pohon memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari Pendopo yang harus terus dijaga. Lantaran itu, Tatu berencana melestarikan pohon tersebut.
“Karena pohon ini bagian dari heritage (warisan masa lalu) dan langka, saya pikir ini bagian yang harus kita lestarikan, sayang aja,” tegasnya. (zai/run/yuz/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
