Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 November 2016 | 15.10 WIB

Olah TKP Kecelakaan Maut Mobil Mahasiswa UGM Rampung, Hasilnya…

RINGSEK: Medan berat menyulitkan petugas dalam mengevakuasi mobil Toyota Avanza yang jatuh di jurang Tutur, Pasuruan, kemarin. - Image

RINGSEK: Medan berat menyulitkan petugas dalam mengevakuasi mobil Toyota Avanza yang jatuh di jurang Tutur, Pasuruan, kemarin.

JawaPos.com - Satlantas Polres Pasuruan memastikan kecelakaan maut yang menimpa rombongan mahasiswa UGM di Dusun Sugro, Desa Andosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan dipicu faktor human error. 



Hal tersebut disimpulkan setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Minggu (6/11). “Olah TKP-nya sudah rampung. Faktor penyebab utamanya adalah human error atau kelalaian sopir,” kata Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Evon Fitriyanto seperti dilansir Jawa Pos Radar Bromo, Senin (7/11). 



Mantan Kasatlantas Polres Situbondo itu menerangkan, sopir tak menguasai medan. Selain itu sang pengemudi juga tak mampu mengendalikan mobil yang melaju kencang di jalur menurun dan menikung. 



Kata Evon, saat kecelakaan terjadi, mobil dikemudikan oleh Ni Made Ray Kristianti yang kemarin masih dirawat di rumah sakit. “Jadi kecelakaan bukan disebabkan faktor teknis, seperti rem  blong. Sebab, setelah didalami, rem masih berfungsi dengan baik,” ujarnya. 



Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mobil Toyota Avanza N 1089 GX berisi depalan mahasiswa Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada yang baru saja berwisata ke Gunung Bromo mengalami kecelakaan maut. Mobil tersebut terjun ke jurang sedalam 200 meter di Dusun Sugro, Andonosari, Tutur, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. 



Dua mahasiswa tewas dan enam lainnya menderita luka ringan dan parah. 



Sekretaris Prodi Magister Psikologi UGM Haryanta menuturkan, kecelakaan terjadi saat delapan orang rombongan mobil tersebut pulang dari kawasan wisata Gunung Bromo. 



Sebelumnya, mereka tengah melakukan praktik kerja psikologi di RS Jiwa Lawang bersama 16 mahasiswa lainnya. 



“Mereka refreshing ke Gunung Bromo pada Jumat malam dan musibah terjadi saat mereka hendak kembali ke lokasi praktik,” kata Haryanto kepada Jawa Pos Radar Jogja. 



Dua mahasiswi yang tewas adalah Rika Fionita dan Riski Fitri. Nah, sedangkan enam korban yang mengalami luka adalah Ni Made Ray Kristianti, Wiroatul Annisa, Anak Agung Ayu Ratna, Nurul Fadillah, Pramudita Lintang, dan Erga Patra Gave. (zal/mie)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore