
RINGSEK: Medan berat menyulitkan petugas dalam mengevakuasi mobil Toyota Avanza yang jatuh di jurang Tutur, Pasuruan, kemarin.
JawaPos.com - Satlantas Polres Pasuruan memastikan kecelakaan maut yang menimpa rombongan mahasiswa UGM di Dusun Sugro, Desa Andosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan dipicu faktor human error.
Hal tersebut disimpulkan setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Minggu (6/11). “Olah TKP-nya sudah rampung. Faktor penyebab utamanya adalah human error atau kelalaian sopir,” kata Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Evon Fitriyanto seperti dilansir Jawa Pos Radar Bromo, Senin (7/11).
Mantan Kasatlantas Polres Situbondo itu menerangkan, sopir tak menguasai medan. Selain itu sang pengemudi juga tak mampu mengendalikan mobil yang melaju kencang di jalur menurun dan menikung.
Kata Evon, saat kecelakaan terjadi, mobil dikemudikan oleh Ni Made Ray Kristianti yang kemarin masih dirawat di rumah sakit. “Jadi kecelakaan bukan disebabkan faktor teknis, seperti rem blong. Sebab, setelah didalami, rem masih berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mobil Toyota Avanza N 1089 GX berisi depalan mahasiswa Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada yang baru saja berwisata ke Gunung Bromo mengalami kecelakaan maut. Mobil tersebut terjun ke jurang sedalam 200 meter di Dusun Sugro, Andonosari, Tutur, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.
Dua mahasiswa tewas dan enam lainnya menderita luka ringan dan parah.
Sekretaris Prodi Magister Psikologi UGM Haryanta menuturkan, kecelakaan terjadi saat delapan orang rombongan mobil tersebut pulang dari kawasan wisata Gunung Bromo.
Sebelumnya, mereka tengah melakukan praktik kerja psikologi di RS Jiwa Lawang bersama 16 mahasiswa lainnya.
“Mereka refreshing ke Gunung Bromo pada Jumat malam dan musibah terjadi saat mereka hendak kembali ke lokasi praktik,” kata Haryanto kepada Jawa Pos Radar Jogja.
Dua mahasiswi yang tewas adalah Rika Fionita dan Riski Fitri. Nah, sedangkan enam korban yang mengalami luka adalah Ni Made Ray Kristianti, Wiroatul Annisa, Anak Agung Ayu Ratna, Nurul Fadillah, Pramudita Lintang, dan Erga Patra Gave. (zal/mie)

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
