Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2015 | 06.35 WIB

Ikut Diklatsar, 2 Mahasiswa Pencinta Alam Tewas di Lembah Kera

ALBUM: Foto Yudi Akbar Rizky, mahasiswa UIN Surabaya yang tewas setelah mengikuti Diklatsar Mapalsa di Pagak, Kabupaten Malang. - Image

ALBUM: Foto Yudi Akbar Rizky, mahasiswa UIN Surabaya yang tewas setelah mengikuti Diklatsar Mapalsa di Pagak, Kabupaten Malang.

JawaPos.com - Dua korban tewas saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Mahasiwa Pencinta Alam Sunan Ampel (Mapalsa) UIN Surabaya di Lembah Kera, di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Sabtu (17/10) lalu.



Belum diketahui penyebab kematian keduanya. Namun dugaan awal keduanya kelelahan karena mengikuti diklat yang sangat berat.  



Dua peserta diklatsar itu, Yudi Akbar Rizky K (18), warga Sukolilo Park Regency 1/16 Surabaya, dan Lutfi Rahmawati (19), warga Jalan Barata Jaya 7/41 Surabaya tewas di saat diklat belangsung.



Selain korban tewas, ada dua peserta lain yang sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Wava Husada, Kepanjen. Yakni Nur Fadillah (19), warga Bulak Benteng Baru, gang Dahlia, Surabaya dan Masrifah Rahmania, warga Pogot Baru, Surabaya.



Pramudya Nugraha Putra, ketua Mapalsa menjelaskan, dalam diklatsar ini, diikuti 19 peserta. Perinciannya 10 perempuan dan 9 laki-laki. Rata-rata mahasiswa semester I. Sedang panitia terdiri dari 14 mahasiswa.



Sebelum mengikuti diklat, semua peserta (19 mahasiswa) sudah mengantongi surat izin dari dokter. Artinya secara fisik semua peserta dinyatakan sehat. ”Kami tidak diperbolehkan kalau tidak ada (izin dokter, red),” terang Pramudya ditemui di Lembah Kera.



Namun, imbuh Pramudya, pada saat diklat lapang pada hari Rabu (14/10), Yudi baru mengatakan kalau ada riwayat sakit bronchitis stadium 2. Mengetahui itu, panitia membuat pengecualian terhadap Yudi agar dia tidak ikut di kegiatan yang keras.



”Dia tidak bilang itu karena takut kalau nanti tidak diperbolehkan ikut, dan ada pengeculaian. Kepada dokter saat membuat surat keterangan, dia juga tidak mengaku jika punya riwayat sakit bronchitis,” urai Pramudya.



Pentauan Jawa Pos Radar Malang, medan yang dipakai diklat sangat ekstrem. Medannya curam, tanjakan naik turun dan sulit untuk dilewati. Panitia dan aparat kepolsian melakukan olah tempat kejadian perkara. Lokasi tempat diklatsar juga diberi garis polisi. (adk/abm/hsn/JPN)



Editor: Husain
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore