
REDAM CUACA PANAS: Peletakan jendela dirancang sesuai dengan arah angin. Area sekitar bukaan juga didinginkan dengan sosoran atap tanaman rambat, atau pohon. (JEAN-MAUREEN AND PARTNERS FOR JAWA POS)
Tradisional, tetapi tetap luwes dan fungsional. Dengan sentuhan kontemporer, rumah joglo tak cuma terlihat asri. Hunian itu juga sehat dan hemat energi.
---
DARI luar, Ndalem Dewi –yang diambil dari bahasa Jawa untuk rumah dan nama nyonya pemilik rumah– kental dengan nuansa rumah tradisional. Atap berbentuk khas rumah joglo. Diperkuat dengan pintu kayu ukiran di wajah rumah. Semuanya berpadu serasi dengan dinding dan pagar luar yang bernuansa monokrom.
Arsitek Rifqi Aufar Z.H. menjelaskan, Ndalem Dewi merupakan salah satu proyek renovasi rumah lawas. Existing-nya berupa rumah joglo. ”Pemilik rumahnya, suami istri, lama bekerja di Jakarta. Karena akan ditempati lagi, rumah ini akhirnya dirombak ulang,” ungkap Oki, sapaan Rifqi Z.H. Konsep rumah pun dibuat sedikit berbeda.
Dia menyatakan, beberapa komponen tetap dipertahankan. Namun, untuk mengakomodasi pemilik rumah yang lama tinggal di metropolitan, ada beberapa unsur yang diperbarui. ”Karena itu, kami pakai langgam arsitek kontemporer yang fleksibel, dinamis, dan mengikuti zaman,” jelas alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut.
Untuk menghadirkan sentuhan kontemporer, sebagian material diganti. Kayu-kayu dari bangunan lama di-recycle dengan desain lebih baru. Salah satunya dipakai untuk partisi antara taman komunal dan musala di dalam rumah.
Oki menuturkan, dalam renovasi, dirinya menekankan konsep rumah yang ramah. Prinsip ramah lingkungan dimulai dengan mendaur ulang dan menggunakan lagi (reuse) material dari bangunan lama. ”Rumah ini dibuat dengan banyak bukaan untuk pencahayaan dan sirkulasi udara. Apalagi, iklim mikro di Ambarawa masih baik dan sejuk,” kata arsitek yang berbasis di Semarang tersebut.
Upaya itu juga dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan hobi pemilik rumah. Owner hobi berkebun dan memelihara burung yang membutuhkan banyak ruang terbuka. Karena itu, desain bangunan memberikan bukaan dan taman dalam rumah. Terdapat dua taman plus satu taman privat di ruang tidur utama.
Ndalem Dewi juga ramah difabel. ”Kebetulan, rumah juga ditinggali bersama orang tua pemilik yang pakai kursi roda. Jadi, kami buatkan ramp dengan batas kaca untuk akses,” ujar Oki.
Saat melalui ramp, tamu bakal disambut taman. Seolah memasuki ”dunia” lain yang lebih asri, sejuk, dan hijau.
Photo
(RIFQI AUFAR FOR JAWA POS)
Salah satu unsur yang diperbarui dalam renovasi Ndalem Dewi adalah pintu gebyok. Jendela pun dibuat bergaya gebyok dengan kaca patri yang opacity-nya tinggi. Dari bangunan lama, yang dipertahankan adalah kolom-kolom rumah dan struktur ”saka guru”.
PRIVASI DI MUKA RUMAH
Photo
(RIFQI AUFAR FOR JAWA POS)
Pagar depan dibuat relatif tinggi untuk privasi penghuni rumah. Material yang digunakan adalah batu candi yang disusun zig-zag.
TAMAN LOW-MAINTENANCE
Photo
(RIFQI AUFAR FOR JAWA POS)
Meski banyak taman di dalam rumah, perawatannya tetap mudah. Elevasi taman lebih rendah daripada bangunan untuk mencegah genangan. Taman di sisi barat rumah juga tetap teduh pada siang–sore dengan tambahan dinding yang cukup tinggi.
---
NDALEM DEWI

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
