Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2026 | 21.10 WIB

Instagram Wajibkan Profil AI Pakai Label, Akun Tanpa Penanda Bisa Kena Pembatasan Jangkauan

Ilustrasi Instagram, platform yang paling sering digunakan masyarakat. (ANTARA/Pexels/Pixabay) - Image

Ilustrasi Instagram, platform yang paling sering digunakan masyarakat. (ANTARA/Pexels/Pixabay)

JawaPos.com - Instagram mulai memperketat aturan bagi akun yang menampilkan persona buatan kecerdasan buatan (AI). Platform milik Meta tersebut kini mewajibkan profil yang menampilkan sosok AI untuk menggunakan label baru "profil buatan AI" (AI-generated profile).

Seperti dilansir dari Engadget, label tersebut digunakan untuk memberi tahu pengguna bahwa sosok yang ditampilkan dalam profil bukan manusia sungguhan. Instagram juga memperingatkan bahwa akun yang tidak menggunakan label tersebut berpotensi mengalami pengurangan jangkauan.

Kebijakan ini muncul ketika sejumlah platform media sosial mulai mengambil langkah untuk membatasi visibilitas konten buatan AI. Pengguna diketahui semakin banyak mengeluhkan membanjirnya konten berkualitas rendah atau AI slop di media sosial.

Meski demikian, langkah Instagram tidak bisa disebut sebagai tindakan keras terhadap seluruh konten buatan AI. Aturan terbaru ini lebih ditujukan untuk jenis konten tertentu, khususnya akun yang menggunakan persona AI dan berpotensi membuat pengguna mengira sosok yang ditampilkan merupakan manusia nyata.

Label baru tersebut tampaknya secara khusus ditujukan untuk akun yang menampilkan persona buatan AI. Sebelumnya, Instagram menyediakan label opsional "pembuat AI" (AI creator) sebagai kategori umum untuk profil yang rutin mengunggah konten berbasis AI.

Kini, Instagram menggantinya dengan label "profil buatan AI". Berdasarkan keterangan yang muncul di dalam aplikasi, penanda tersebut ditujukan bagi profil yang "menampilkan sosok buatan AI."

Perubahan ini dilakukan di tengah semakin mudahnya pembuatan gambar dan video AI yang terlihat realistis. Kondisi tersebut turut mendorong munculnya semakin banyak influencer virtual yang berusaha tampil layaknya manusia sungguhan.

The Guardian sebelumnya mengungkap maraknya "influencer" buatan AI yang digunakan untuk mempromosikan aplikasi hingga berbagai merek. Sementara itu, The New York Times menemukan ratusan influencer AI di bidang kesehatan dan kebugaran (wellness), termasuk beberapa akun yang mengaku sebagai dokter.

Meski sebagian konten tersebut tidak secara langsung melanggar kebijakan Meta, keberadaannya menimbulkan kekhawatiran terkait potensi penyebaran informasi yang menyesatkan.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore